Sepeda Motor Listrik Indonesia Diproduksi Massal Desember

0
221
Sepeda Motor Listrik Indonesia Diproduksi Massal Desember
Sepeda Motor Listrik Indonesia Diproduksi Massal Desember

LEBIH CEPAT – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan bahwa motor listrik Gesits buatan anak bangsa akan mulai diproduksi massal dan diluncurkan di pasar nasional pada Desember 2018.
“Insya Allah Desember akan mulai diproduksi massal,” kata Menteri Nasir pada pembukaan Pameran Inovasi Inovator Ind Expo (I3E) 2018 di Atrium Jogja City Mall, Yogyakarta, Kamis (25/10).

Nasir menyampaikan Gesits merupakan motor listrik yang sekitar 80 persen komponennya mempunyai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Sedangkan persentase komponen impor yang dipakai dalam pembuatan motor itu hanya mencapai 12 persen.
“Kami selesaikan pada 2018 ini. Mudah-mudahan dilanjutkan pemerintahan selanjutnya semoga 100 persen (komponennya) dari dalam negeri,” kata dia.
Salah satu keunggulan dari motor “Gesits” dibanding sepeda motor lainnya, berdasarkan dia, yakni adanya penerapan penemuan teknologi yakni penggunaan smartphone pada speedometer.

“Ini mirip kita punya telepon genggam yang bisa jadi speedometer. Begitu motor diparkir, speedometer bisa berfungsikan sebagai telepon genggam kembali,” kata dia.
Meski produk motor listrik karya anak bangsa tersebut belum diluncurkan, Nasir menyatakan bahwa harga yang akan dipatok di pasaran sangat kompetitif dibandingkan dengan harga motor listrik lainnya.
“Barangnya belum dikeluarkan. Harganya nanti nunggu. Harganya sangat kompetitif,” kata dia.

Menurut dia, produksi motor Gesits yang akan dilakukan di pabrik PT Wika Industri dan Konstruksi di Gunung Putri Bogor akan mempunyai kapasitas produksi mencapai 50.000 unit dalam satu tahun.

Sebelumnya, Nasir menyebutkan bahwa riset dan pengembangan motor listrik hasil penemuan Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut sudah selesai dan hanya tinggal pada proses produksi.

Menurut Nasir, hasil riset dan penemuan perguruan tinggi tinggi perlu terus didorong untuk menghasilkan produk-produk startup dalam negeri yang berbasis pada teknologi.
Pada awal 2015, hasil-hasil riset yang bisa diinovasikan menjadi sebuah produk startup masih rendah, yakni sebanyak 15 stratup.

BACA JUGA:  Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava

Meski demikian, Kemenristek terus melaksanakan pendampingan sampai kesannya bisa meningkat menjadi 52 startup pada tahun yang sama.

“Sejak 2015 saya perbaiki terus dan saya kelola dengan baik. Pada 2016 meningkat menjadi 661 startup, dan 2018 menjadi 956 startup sehingga pada 2019 kami menargetkan bisa mencapai 1.000 startup,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here