Taufik Kurniawan Mangkir dari Pemeriksaan KPK

0
127
Taufik Kurniawan Mangkir Dari Pemeriksaan KPK
Taufik Kurniawan Mangkir Dari Pemeriksaan KPK

LEBIH CEPAT – Wakil Ketua dewan perwakilan rakyat Taufik Kurniawan bolos atau tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (1/11). Taufik sedianya diperiksa perdana sebagai tersangka perkara dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyampaikan absensi Taufik disampaikan tim kuasa hukumnya yang mendatangi Gedung KPK. Melalui surat, Taufik meminta tim penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

“Pagi ini PH dari Taman Kanak-kanak (Taufik Kurniawan) tiba membawa surat undangan penjadwalan ulang,” kata Febri di Jakarta, Kamis (1/11).

Febri menyampaikan tim penyidik belum memutuskan mengabulkan undangan Taufik tersebut. Untuk itu, Febri belum mampu memastikan adanya penjadwalan ulang terhadap Wakil Ketua Umum DPP PAN tersebut.

“Bagaimana keputusan dari penyidik, nanti kami informasikan lagi,” katanya.

Secara terpisah, Arifin Harahap, kuasa aturan Taufik menyampaikan kliennya ketika ini sedang berada di kawasan pemilihan (Dapil). Hal ini yang menciptakan Taufik tak mampu memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa perdana sebagai tersangka.

“Ini kan kemarin reses, penutupan persidangan oleh ketua DPR. Sedang ke Dapil, ke Dapil beliau,” kata Arifin.

Arifin mengklaim turun ke kawasan pemilihan merupakan peran kenegaraan yang tak mampu ditinggalkan kliennya. Untuk itu, kepada tim penyidik, Arifin mengaku meminta penjadwalan ulang investigasi kliennya pada Kamis (8/11) mendatang. Arifin memastikan kliennya bakal memenuhi investigasi bila tim penyidik menjadwalkan ulang pekan depan.

“Kami pastikan tanggal 8 akan hadir Pak Taufik ke KPK,” katanya.

Diberitakan, KPK memutuskan Taufik Kurniawan sebagai tersangka perkara dugaan suap. Taufik diduga telah mendapatkan suap sekitar Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, Yahya Fuad terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016. Suap itu diduga merupakan bab dari fee sebesar 5 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen yang direncanakan mendapat Rp 100 miliar.

BACA JUGA:  Honda Supra X 125 FI Desain Baru Diluncurkan

Pertemuan dan penyerahan uang kepada Taufik ini dilakukan secara sedikit demi sedikit di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Teridentifikasi transaksi suap dilakukan melalui kamar hotel dengan connecting door. Setelah transaksi suap, dalam pengakuan APBN Perubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat DAK perhiasan sebesar Rp93,37 miliar yang rencananya dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan.

Taufik telah dimintai keterangan ketika proses penyelidikan pada awal September 2018. Bahkan, KPK sudah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah Taufik berpergian keluar negeri selama enam bulan ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here