Terapi Daring Dinilai Efektif Tangani Penderita Depresi

0
299
Terapi Daring Dinilai Efektif Tangani Penderita Depresi
Terapi Daring Dinilai Efektif Tangani Penderita Depresi

LEBIH CEPAT – Terapi daring dengan derma awam ternyata efektif untuk menangani penderita depresi di Indonesia yang mempunyai keterbatasan waktu melaksanakan sesi pertemuan langsung. Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang kerap terjadi di seluruh dunia. Depresi dalam kondisi lanjut alasannya tidak tertangani juga merupakan penyebab utama bunuh diri yang mengambil ratusan ribu nyawa setiap tahunnya

Berdasarkan data Riskesdas 2013 dikombinasi dengan data rutin dari Pusdatin Kemkes menunjukkan, tanda-tanda depresi dan kecemasan sudah diidap orang Indonesia semenjak usia 15 tahun. Persentase depresi mencapai enam persen atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, mirip skizofrenia sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.

“Kondisi ini menciptakan Universitas Groningen dan Universitas Amsterdam (Amsterdam University Medical Centres), bekerja sama dengan Unika Atma Jaya melaksanakan uji coba klinis acak (randomized clinical trial) dengan kekuatan (power) yang memadai,” kata dosen dan psikolog klinis dari Unika Atma Jaya, Retha Arjadi.

Temuan tiga universitas lintas negara yang dipublikasikan ahad ini di jurnal internasional Lancet Psychiatry bulan Juli 2018 mendapati bahwa terapi aktivasi sikap berbasis internet (online/daring) dengan derma awam efektif untuk menangani depresi.

Ketiga peneliti, Retha Arjadi, Maaike Nauta (Universitas Groningen), dan Claudi Bockting (Amsterdam University Medical Centres – Universitas Amsterdam dan Universitas Groningen) menamai metodenya Guided Act and Feel Indonesia (GAF-ID), sebuah terapi psikologis berbasis internet yang pemberiannya didukung oleh panduan dari konselor awam terlatih dan dijalankan menurut protokol terapi aktivasi sikap yang telah diubahsuaikan ke dalam konteks budaya Indonesia.

Dalam sebuah uji coba klinis acak, ketiga peneliti menginvestigasi efektivitas terapi aktivasi sikap dengan derma konselor awam dibandingkan dengan psikoedukasi minimal yang diberikan secara online tanpa derma konselor pada 313 partisipan di Indonesia.

BACA JUGA:  Kesalahan Dalam Melakukan Detox Yang Harus Diketahui

Hasilnya, gejala-gejala depresi dilaporkan lebih rendah secara signifikan sehabis 10 ahad dan peluang pulih dari diagnosis depresi dilaporkan 50 persen lebih tinggi pada kelompok GAF-ID daripada kelompok psikoedukasi online. Menariknya imbas tersebut bertahan jangka panjang – dengan besar imbas (effect size) 0.27 pada pengukuran bulan keenam.

“Penelitian ini membuka cara-cara gres untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan layanan kesehatan mental di negara-negara berkembang yang seringkali terbilang kurang ideal,” tutur Profesor Claudi Bockting, dari University of Amsterdam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here