Waspadai Gejala Diabetes Pada Anak

0
265
Waspadai Gejala Diabetes Pada Anak
Waspadai Gejala Diabetes Pada Anak

LEBIH  CEPAT – Penyakit Diabetes Melitus (DM) dianggap sebagai penyakit orang dewasa. Namun, DM juga sanggup terjadi pada bawah umur dan remaja, khususnya DM tipe-1.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, angka peristiwa DM pada anak usia 0 sampai 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700 persen selama jangka waktu 10 tahun. Jumlah masalah gres DM tipe-1 dan tipe-2 berbeda antar populasi dengan distribusi usia dan etnik yang bervariasi. Sejak September 2009 sampai September 2018 terdapat 1.213 masalah DM tipe-1, paling banyak didapatkan di kota-kota besar mirip DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR dr Aman Bhakti Pulungan SpA(K) mengatakan, gejala-gejala yang perlu diwaspadai kalau anak menderita DM yaitu banyak makan. Anak dengan DM akan mencicipi lapar terus-menerus meski gres tamat makan. Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak sanggup diolah menjadi energi. Selain itu, banyak minum.

“Anak akan merasa haus terus-menerus alasannya ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (31/10).

Dr Aman menambahkan rasa haus yang menjadikan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil dari pada frekuensi normal, terutama di malam hari. Meski anak sering minta makan, tetapi tubuhnya tidak bertambah gemuk, melainkan cenderung kehilangan berat tubuh dalam jumlah yang cukup signifikan.

“Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menjadikan jaringan otot dan lemak menyusut. Serta, kelelahan dan gampang marah. Tubuh anak yang tidak bisa menyerap gula dari masakan membuatnya kekurangan energi sehingga gampang merasa lelah,” paparnya.

BACA JUGA:  Amankan cara sedot lemak untuk menurunkan berat badan?

Menurut dr Aman, DM tipe-1 tidak sanggup dicegah dan siapapun sanggup mengalaminya. Di Indonesia, DM tipe-1 pertama kali didiagnosis paling banyak pada kelompok usia 10-14 tahun dengan 403 kasus, kemudian kelompok usia 5-9 tahun dengan 275 kasus, kelompok usia kurang dari 5 tahun dengan 146 kasus, dan paling sedikit yaitu usia di atas 15 tahun dengan 25 kasus.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Cut Putri Arianie MHKes menjelaskan, diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tidak sanggup disembuhkan. Namun, dengan kontrol metabolik yang baik, anak sanggup tumbuh dan berkembang selayaknya anak sehat lainnya.

“Kontrol metabolik yang dimaksud yaitu mengupayakan kadar gula darah dalam batas normal atau mendekati nilai normal tanpa menjadikan anak malah menjadi kekurangan glukosa dalam darah,” jelasnya.

Untuk pengelolaannya, sanggup dilakukan antara lain dengan cara sumbangan tata laksana yang sesuai baik insulin maupun obat-obatan, pengaturan makan, olahraga, dan edukasi, serta pemantauan gula darah secara berdikari (home monitoring).

“Untuk mencapai kontrol metabolik yang optimal ini diperlukan penanganan yang menyeluruh baik oleh keluarga, andal endokrinologi anak atau dokter anak, andal gizi, andal psikiatri, psikologi anak, pekerja sosial, dan edukator,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here