Dubes Agus Tegaskan Rilis Soal Rizieq Benar Darinya

0
289
Dubes Agus Tegaskan Rilis Soal Rizieq Benar Darinya
Dubes Agus Tegaskan Rilis Soal Rizieq Benar Darinya

LEBIH CEPAT – Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjawab keraguan soal kabar penangkapan Rizieq Syihab yang dirilis pihaknya.

Dalam keterangannya, Kamis (8/11), Agus menyampaikan beliau menciptakan keterangan pers terkait tindakan aturan atas Rizieq itu dalam format PDF dan Word Document.

“Rilis tersebut benar dari saya, Agus Maftuh Abegebriel, Duta Besar LBBP (luar biasa dan berkuasa penuh) RI untuk Arab Saudi dan Wakil Tetap RI di OKI (Organisasi Kerjasama Islam),” kata Agus.

“Terkait dengan format rilis perlu saya jelaskan bahwa saya rilis dokumen tersebut dengan format PDF (Portable Document Format) dan juga dengan ekstensi Docx (Word Document). Sedangkan tanda tangan yang ada dalam rilis tersebut yaitu benar tanda tangan saya dengan Stylus Digitizer yang merupakan bawaan laptop Microsoft Surface Pro-4.”

“Microsoft Surface ini memungkinkan saya untuk membubuhkan tanda tangan pribadi di layar komputer dengan derma warna yang sudah ada di software. Rilis orisinil tersebut dalam bentuk PDF pribadi dan bukan hasil scan. Edisi JPEG, JPG atau BMP yang beredar yaitu hasil convert dari kreativitas netizen.”

Pernyataan itu beliau sampaikan sehabis muncul spekulasi di media umum bahwa rilis darinya itu hoax dan ada keraguan soal kop surat yang digunakan.

“Terkait dengan kop surat, perlu saya jawab bahwa ada tiga kop untuk surat dubes yaitu versi Indonesia, Inggris dan Arab. Kop ini juga pernah saya pergunakan untuk rilis ketika Al Habib Mohammad Rizieq Syihab diberitakan terkena pencekalan dan terkait posisi visanya,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus juga menepis kritik bahwa sikapnya dalam menangani masalah Rizieq ini tidak profesional dan partisan.

“Dalam melayani para ekspatriat Indonesia di Saudi, saya sebagai pelayan WNI tidak pernah melaksanakan diskriminasi dan tidak mempermasalahkan partai atau mazhab apa pun. Latar belakang saya sebagai manusia kampus tetap saya pegang dan berusaha semaksimal mungkin untuk objektif,” kata Agus.

BACA JUGA:  Serunya Berfoto dan Balap Mobil Bersama Mickey Mouse di Lippo Mall Puri

“Pemihakan saya hanya satu yaitu kepada WNI dan NKRI. Saya juga tidak membeda-bedakan antara WNI yang berdokumen atau tidak berdokumen, suku, agama dan bahasa apa pun. Saya hanya melihat bahwa darah yang mengalir di diri mereka yaitu darah Indonesia dan semua WNI di Saudi boleh menghubungi saya lewat nomer HP pribadi saya.”

Isi pernyataan pers Agus terkait masalah Rizieq Rabu kemarin sebagai berikut:

1. Ketika landing di Riyadh 5 November 2018 (pukul) 23.30 Waktu Arab Saudi (WAS), HP Dubes pribadi berdering dan menginformasikan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) ditangkap oleh pegawanegeri keamanan di Mekkah. Sampai subuh Dubes terus menghubungi kolega-koleganya di Saudi untuk memastikan kabar wacana penangkapan MRS.

2. Ibu Menlu Retno Marsudi juga melaksanakan komunikasi dengan Dubes untuk memastikan info tersebut dan mendorong dan memerintahkan KBRI untuk melaksanakan pendampingan dan pengayoman kepada MRS dalam menghadapi masalah yang dihadapinya.

3. Pada tanggal 6 November 2018 Dubes RI pribadi memerintahkan DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) yang merupakan gugus peran reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut.

4. Hasil penelusuran tersebut diinformasikan bahwa: Pada tanggal 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 WAS kawasan tinggal MRS didatangi oleh pihak kepolisian Mekkah sebab diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis pada dinding bab belakang rumah MRS, pada ketika tersebut sempat dilakukan investigasi singkat terhadap MRS oleh kepolisian Mekkah.

5. (Pada) 5 November 2018 pukul 16.00 WAS, MRS dijemput oleh kepolisian Mekkah dan Mabahis Ammah (Intelijen Umum, General Investigation Directorate GID) kemudian dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here