Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0

0
51
Tantangan Keamanan Siber Di Industri 4.0
Tantangan Keamanan Siber Di Industri 4.0

LEBIH CEPAT –┬áRevolusi industri 4.0 tidak mampu dibendung, bisnis di segala bidang harus bersiap menghadapi perubahan global dunia yang mengkombinasikan manufaktur tradisional dan praktek industri dengan dunia teknologi.

Tantangan yang harus dihadapi tidak hanya bagaimana mengawinkan produksi dan operasi fisik dengan teknologi digital cerdas, mesin pembelajaran, dan big data untuk membuat ekosistem yang lebih holistik, namun juga bagaimana membangun sistem keamanan terpadu melawan bahaya eksternal dan internal.

Ponemon Institute dalam studinya di tahun 2018 manyatakan, rata-rata kerugian balasan pelanggaran data secara global pada tahun ini mencapai US$ 3,86 juta atau meningkat 6,4 persen dari tahun 2017.

Breach Level Index, basis data global dari pelanggaran data publik mengungkapkan, 945 pelanggaran data mengakibatkan 4,5 miliar catatan data dikompromikan di seluruh dunia pada paruh pertama tahun 2018. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017, jumlah data yang hilang, dicuri atau dikompromikan meningkat sebesar 133 persen.

“Dalam dunia siber, para pelaku industri 4.0 juga mengalami bahaya dunia maya yang sama mirip organisasi lain, di mana bisnis dari semua ukuran menjadi sasaran kejahatan siber yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Technical Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia, Yudhi Kukuh.

Yudi menyebutkan, ada beberapa tantangan besar yang mampu menjadi watu sandungan bagi dunia industri di tahun mendatang, yaitu ancaman-ancaman terkini yang mampu mengakibatkan kerusakan dan kerugian besar bagi banyak perusahaan.

Targeted Attack

Bukan belakang layar lagi bahwa manufaktur yaitu industri yang menjadi tujuan targeted attack dalam serangan siber. Menurut studi yang dilakukan oleh Enterprise Enviromental Factor (EEF), 48 persen produsen di beberapa titik telah mengalami peristiwa keamanan, dan setengah dari organisasi tersebut menderita kerugian finansial atau gangguan terhadap bisnis mereka.

BACA JUGA:  10 Tagar Paling Banyak Digunakan di Twitter Sepanjang 2018

Industrial Control System (ICS) atau Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) yaitu perangkat lunak yang paling sering digunakan dalam industri manufaktur, infrastruktur dan banyak sekali bidang lain merupakan titik terlemah dalam sistem keamanan perusahaan.

Contoh kasusnya yaitu serangan malware BlackEnergy (2015) dan Industroyer (2016) yang memadamkan listrik di Ukraina atau serangan Stuxnet di Iran. Sedang yang terbaru yaitu GreyEnergy (2018), yang dirancang untuk sasaran yang lebih luas.

Perlu dicatat bahwa ICS atau SCADA digunakan bukan hanya di manufaktur, tetapi juga pada pembangkit listrik, perusahaan transmisi, pengolahan minyak dan gas, pabrik-pabrik, bandara hingga layanan pengiriman.

Ransomware

Ransomware masih menjadi bahaya yang paling angker di dunia siber. Menurut laporan Verizon, 56 persen peristiwa malware melibatkan ransomware sehingga menjadikannya sebagai bentuk malware yang paling umum.

Lebih memprihatinkan lagi, peretas mengalihkan perhatian mereka ke sistem penting mirip server daripada perangkat karyawan. Dalam prakteknya, ransomware dikolaborasikan dengan botnet bahkan CryptoJacking untuk menerima laba ganda.

Menghadapi ransomware memang bukan masalah mudah, bagi sebuah perusahaan mempunyai alat perlindungan dari ransomware bukan suatu hal yang mampu ditawar-tawar lantaran ransowmare tidak pernah pilih-pilih ketika menyerang korbannya.

Orang dalam atau Insider

Menurut ESET, ada kesenjangan antara pengetahuan karyawan dan perkembangan keamanan siber. Akar duduk masalah dari kerentanan 52 persen berasal dari kesalahan karyawan yang dilakukan secara tidak sengaja, mirip salah copy file, salah kirim file, meninggalkan komputer dalam keadaan terbuka ketika tidak dipakai, dan lain-lain.

Sementara, Ponemon Institute dalam studinya di tahun ini menyampaikan bahwa 1 dari 4 kebocoran data disebabkan oleh orang dalam yang dilakukan dengan sengaja dengan motivasi finansial, spionase dan persaingan bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here