Indonesia vs Timor Leste, Ini Analisis Ma’ruf Amin

0
41
Cawapres Yang Juga Ketua MUI KH Maruf Amin Memberi Orasi Kebangsaan Saat Peringatan Tahun Baru Islam Di Kampus Untirta, Di Serang, Banten, Senin (17/9).
Cawapres Yang Juga Ketua MUI KH Maruf Amin Memberi Orasi Kebangsaan Saat Peringatan Tahun Baru Islam Di Kampus Untirta, Di Serang, Banten, Senin (17/9).

LEBIH CEPAT – Kekalahan 0-1 dari Singapura di adu perdana Grup B Piala AFF 2018 menciptakan langkah timnas Indonesia untuk merebut satu tiket ke semifinal menjadi berat. Tim isyarat instruktur Bima Sakti tersebut harus memenangkan tiga pertandingan sisa melawan Timor Leste, Thailand, dan Filipina jikalau mau aman.

Tugas yang tidak ringan. Namun, usaha belum selesai. Segala sesuatu masih bisa terjadi. Terpenting, fokus dari setiap pertandingan yang dijalankan.

Di sela-sela pengajian subuh yang rutin digelar KH Ma’ruf Amin masih menyempatkan diri menganalisis situasi dan kondisi terkini Tim Merah Putih. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mantan Rais Aam Syuriah PB NU yang kini menjadi Cawapres nomor 01 berpasangan dengan Joko Widodo tersebut sangat fasih sekali mengurai dilema yang dihadapi timnas mirip halnya ia menjelaskan kajian kitab-kitab salaf keislaman.

“Saat melawan Singapura ball possession (penguasaan bola) kita unggul 62 persen berbanding 38 prsen. Sayang, penguasaan bola tak diiringi dengan variasi serangan. Ada kebuntuan. Strategi tidak berjalan dengan baik. Sistem yang biasa diterapkan instruktur Luis Milla belum bisa ditransfer dengan utuh oleh Bima Sakti. Utamanya dalam transisi permainan,” kata Abah Kiai Ma’ruf Amin, begitu dia biasa disapa.

Diskusi kalem hampir 30 menit pun mengalir terkait adu melawan Timor Leste yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, hari ini Selasa (14/11).

Didampingi KH Irfan Zidny, Ketua Majelis Rumah Jamaah, #ngajibola berlangsung seru. Kiai Ma’ruf menyatakan bahwa Timor Leste bukan lawan sembarangan meski rekor pertemuan menguntungkan Indonesia.

“Timor Leste itu dulu bab dari Indonesia. Bahkan, ada beberapa pemainnya pernah memperkuat timnas Indonesia mirip Miro Baldo Bento dan Joao Bosco Cabral. Kita sejatinya sudah saling mengenal. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah,” kata Ma’ruf.

BACA JUGA:  Terduga Teroris Dibekuk di Yogyakarta

Ma’ruf pun mengurai sejarah Timor Leste–dulunya berjulukan Timor Timor– yang pada 1976 menjadi bab dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga pada akibatnya melaksanakan referendum dibantu Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada 30 Agustus 1999.

Negara eks jajahan Portugal tersebut menyatakan sebagai bangsa berdaulat pada 20 Mei 2002. Sejak dikala itu negara seluas 15.410 km2 dengan penduduk 1.212.107 melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan termasuk sepakbolanya.

“Mereka sangat fokus membangun sepakbolanya. Dana pemberian dari FIFA lewat Goal Project dipergunakan untuk membangun kantor federasi dan kamp latihan timnasnya. Sejak Februari 2016 mereka juga menggelar kompetisi profesional. Bekerja sama dengan Portugal dan Brasil, negara yang punya kemampuan jago di belantika sepak bola dunia. Banyak pemain mereka berdarah Portugal dan Brasil. Timor Leste tak bisa dianggap remeh sekarang,” urai Ma’ruf Amin.

Ya, semenjak awal tahun 2016, Timor Leste memang menggelar Liga Futebal Amandora (LFA) yang diikuti 12 klub professional. Untuk meningkatkan kualitas kompetisi, mereka mendatangkan legiun gila termasuk dari Indonesia mirip Karketu Dili FC yang mendatangkan Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan Abdul Rahman.

Carsae FC memboyong Boaz Solossa, Oktovianus Maniani, dan Imanuel Wanggai. “Tapi, kita main di rumah sendiri di Senayan. Kita harus menang untuk membuka peluang. Menang dengan meyakinkan mirip halnya Thailand yang menang 7-0 vs Timor Leste,” kata Ma’ruf Amin menambahkan.

“Namun, kita tak boleh mengganggap remeh. Lupakan kekalahan dari Singapura. Fokus dan konsentrasi penuh menghadapi Timor Leste. Saya doakan biar Indonesia bisa menang meyakinkan. Mari kita doakan bersama. Dukung total. Senayan Rumah Kita. Sepakbola Indonesia harus lebih maju, lebih berprestasi ke depannya,” Ma’ruf Amin menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here