Rizal Ramli Apresiasi Pemerintah dan BI Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

0
30
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli Melambaikan Tangan Kearah Wartawan Usai Melaporakan Adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi Terkait Impor Pangan Di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli Melambaikan Tangan Kearah Wartawan Usai Melaporakan Adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi Terkait Impor Pangan Di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

LEBIH CEPAT – Rencana Bank Indonesia (BI) menerbitkan hukum gres yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan pandangan gres dan gagasan ekonom senior Rizal Ramli. Aturan itu salah satunya merupakan implementasi dari penyempurnaan Paket Kebijakan Ekonomi XVI.

Apa yang dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia itu persis mirip saran Rizal Ramli di aneka macam kesempatan, baik di forum-forum kampus maupun di aneka macam media. Untuk menciptakan rupiah stabil, Rizal meminta pemerintah untuk mewajibkan eksportir menempatkan hasil ekspornya masuk ke sistem keuangan.

Hal ini alasannya adalah DHE, ujar Rizal, banyak ditempatkan di luar negeri, mirip di Hong Kong dan Singapura. “Wajibkan eksportir untuk tempatkan hasil ekspor ke dalam. Caranya, harus wajib, masukkan dalam sistem sehingga cadangan devisa membaik dan kurs rupiah stabil,” ujar Rizal Ramli dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu (18/11).

Dia mencontohkan, Thailand yang hasil ekspornya masuk 5% dan mengubah undang-undang (UU). Sekarang, dana hasil ekspor sudah lebih besar masuk ke Thailand. “Kita mampu melaksanakan itu. Presiden Jokowi mampu mengeluarkan Perppu,” kata Rizal Ramli.

Dikatakan pula, sesungguhnya tawaran untuk mewajibkan eksportir bawa pulang devisa ini sudah pernah disampaikan kepada Gubernur BI Agus Martowardoyo dan Menko Perekonomian Darmin Nasution pada suatu rapat koordinasi di Bank Indonesia pada final 2015. “Tetapi, sayangnya, mereka tidak menghiraukan tawaran saya, yang saat itu menjabat Menko Maritim,” ujarnya.

Seperti diketahui, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan menyebarkan rekening khusus bagi penyimpan devisa di dalam negeri dalam hukum gres itu. Selama penyimpanannya, bank sentral akan menawarkan insentif berupa pemotongan pajak deposito.

BACA JUGA:  5 Alasan Disabilitas Harus Punya Hak Suara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here