Kubah Lava Merapi Terus Tumbuh

0
273
Gunung Merapi Mengeluarkan Asap Solfatara Terlihat Dari Kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (3/7)
Gunung Merapi Mengeluarkan Asap Solfatara Terlihat Dari Kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (3/7)

LEBIH CEPAT – Kubah lava gres Gunung Merapi yang terbentuk semenjak 11 Agustus 2018, terus mengalami pertumbuhan dengan tingkat rendah.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, menyatakan hal ini menurut hasil pengamatan kubah lava melalui stasiun CCTV di puncak Gunung Merapi selama 9-15 November.

“Kubah lava terus tumbuh, tetapi lebih rendah dari ahad sebelumnya dan masih stabil,” kata Hanik Humaida, Senin (19/11).

Dikatakan, menurut analisis morfologi puncak Merapi semenjak 14 November, volume kubah lava tercatat 290.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan setiap hari rata-rata 2.400 meter kubik.

Beradasarkan pengamatan pada 7 November volume kubah lava Gunung Merapi tercatat 273.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 3.500 meter kubik per hari.

Kemunculan kubah lava tersebut menandai fase erupsi magmatik Gunung Merapi, yang dimulai dengan erupsi yang cenderung efusif atau bersifat lelehan.

Sementara itu, terdata acara kegempaan Gunung Merapi dalam satu ahad terakhir, terjadi 46 kali gempa embusan (DG), satu kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 19 kali gempa fase banyak (MP), 302 kali gempa guguran (RF), 28 kali gempa low frequency (LF), dan enam kali gempa tektonik (TT).

Hanik Humaida menyatakan, kegempaan embusan, gempa fase banyak dan gempa guguran pada ahad ini lebih tinggi daripada ahad sebelumnya. Meski begitu, Merapi masih dalam status level II atau waspada.

BACA JUGA:  Polisi Belum Bisa Pastikan Jumlah Napi Kabur dari Rutan Siak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here