Hari Ini, Uni Eropa Tentukan Nasib Brexit

0
102
APTOPIX Britain Conservatives
APTOPIX Britain Conservatives

LEBIH CEPAT – Pemimpin dari 28 negara anggota Uni Eropa (UE) hari ini berkumpul di Brussels, Belgia untuk membahas planning keluarnya Inggris dari UE (Brexit). Jika semua proses berjalan lancar, Brexit akan resmi pada 29 Maret 2019.

Agenda pertemuan hari ini
Agenda pertemuan hari ini yaitu melaksanakan pemungutan bunyi atas dua dokumen Brexit. Dokumen pertama, yang biasa disebut perjanjian “perceraian” setebal 585 halaman, berisi mengenai sejumlah gosip mirip hak-hak warga negara dan prosedur untuk mencegah terbentuknya perbatasan antara Irlandia dan Irlandia Utara. Dokumen juga berisi detail mengenai periode transisi, dari Maret 2019-Desember 2020. Selama periode transisi tidak akan ada perubahan besar dalam perjanjian diplomasi dan ekonomi Inggris-UE.

Dokumen kedua yaitu dokumen deklarasi politik terkait Brexit. Dokumen yang tidak mempunyai kekuatan aturan mengikat ini berisi wacana komitmen relasi antara Inggris dan UE ke depan.

Beberapa negara UE mempunyai keberatan atas beberapa isi dokumen “perceraian”. Salah satunya yaitu hak memancing di perairan Inggris pasca-Brexit. Uni Eropa ingin susukan memancing tidak berubah. Spanyol juga menginginkan kejelasan atas status Gibraltar dalam dokumen Brexit. Isu Gibraltar sepertinya sudah disetujui hari Sabtu dan Spanyol bersedia mengikuti pemungutan bunyi di Brussels.

Langkah berikut, menerima pemberian dewan perwakilan rakyat Inggris
Jika dua dokumen Brexit disetujui UE, PM Theresa May masih harus meyakinkan dewan perwakilan rakyat Inggris untuk mendukung kesepakatan Brexit. Tugas ini berat alasannya yaitu May harus menerima pemberian lebih banyak didominasi dari 650 anggota House of Commons. Puluhan dari 315 anggota dewan perwakilan rakyat dari Partai Konservatif diperkirakan menolak, ditambah sisanya dari Partai Buruh sebagai oposisi. Pemungutan bunyi di tingkat dewan perwakilan rakyat akan dilakukan di bulan Desember.

BACA JUGA:  Moeldoko Kutuk Ceramah Bahar bin Smith

Tiga Skenario Brexit
Jika ajuan Brexit disetujui, perjalanan mundurnya Inggris dari Uni Eropa bakal berjalan lancar dan Inggris mampu keluar pada 29 Maret 2019. Namun, dengan adanya penolakan dari oposisi dan internal Partai Konservatif, skenario ini sulit terealisasi.

Skenario kedua yaitu ajuan Brexit ditolak oleh parlemen. Beberapa hal mampu terjadi, Partai Buruh mampu mendesak dilakukan pemilu secepatnya atau Partai Konservatif mampu mengganti May sebagai ketua partai dan mengamendemen perjanjian Brexit semoga disetujui dewan perwakilan rakyat dalam pemungutan bunyi kedua.

Referendum kontra-Brexit juga mungkin saja terjadi untuk membalikkan hasil referendum Brexit pada 2016. Namun, sejauh ini belum ada kelompok masyarakat atau politisi yang getol mengusulkan referendum kedua.

Skenario ketiga disebut sebagai skenario “no-deal Brexit”. Jika Konservatif dan Buruh tidak mencapai kesepakatan maka Inggris tetap akan meninggalkan UE pada Maret tahun depan. Akan tetapi, baik UE maupun Inggris sama-sama menghindari “no-deal Brexit” ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here