12 Kali Remis, Final Catur Dunia Mungkin Butuh “Armageddon”

0
257
12 Kali Remis, Final Catur Dunia Mungkin Butuh Armageddon
12 Kali Remis, Final Catur Dunia Mungkin Butuh Armageddon

LEBIH CEPAT – Juara dunia catur tiga kali Magnus Carlsen dan penantangnya asal Amerika Serikat Fabiano Caruana akan kembali berduel dalam Kejuaraan Catur Dunia di London, Rabu (28/11), sehabis 12 kali pertandingan normal yang gagal melahirkan juara.

Dua master yang masih muda itu akan kembali bertemu pukul 15.00 waktu setempat (22.00 WIB) di tabrak tie-break, terdiri atas empat tabrak cepat dengan waktu 25 menit untuk masing-masing pecatur, ditambah jeda 10 detik setiap langkah.

Jika kembali imbang, mereka akan memainkan maksimal lima pertandingan mini, masing-masing berisi dua tabrak selama lima menit untuk tiap pemain dan jeda tiga detik per langkah.

Kalau semua tabrak tie-break itu lagi-lagi imbang, maka mau tak mau harus diambil penentuan terakhir yang disebut sebagai pertandingan “Armageddon” — pemegang bidak putih diberi waktu lima menit, dan bidak hitam empat menit.

Kalau hingga remis, maka pemegang bidak hitam otomatis dinyatakan sebagai pemenang.

Carlsen, 27, asal Norwegia, berambisi mengejar titel juara dunia yang keempat untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu pecatur terbaik sepanjang masa.

Caruana, 26, berpeluang menjadi juara dunia asal Amerika pertama semenjak pecatur legendaris Bobby Fischer mengalahkan lawannya asal Rusia Boris Spassky dalam “match of the century” 1972 untuk mengakhiri 24 tahun dominasi Uni Soviet ketika berkecamuknya Perang Dingin.

Dalam rangkaian duel final yang dimulai semenjak 9 November, Carlsen dan Caruana menuntaskan 12 tabrak dengan hasil remis, pertama kali dalam sejarah turnamen itu bahwa semua pertandingan jadinya imbang.

Hari ini, Carlsen memegang bidak putih yang membuatnya lebih diunggulkan.

Pada 2016, ia juga mempertahankan gelar lewat pertandingan tiebreak melawan pecatur Rusia Sergey Karjakin.

BACA JUGA:  Persebaya Tanpa Tiga Pilar Saat Hadapi PSIS

Namun dalam beberapa pertandingan imbang yang terakhir, ia dikritik alasannya ialah membuang keunggulan posisi dan waktu.

Salah satu yang berkomentar ialah legenda catur dunia Garry Kasparov.

“Melihat anjuran remis dari Magnus ketika ia di posisi yang lebih unggul dan waktu lebih banyak, maka aku mempertimbangkan lagi penilaian semula yang menjagokan ia dalam catur cepat,” kata Kasparov di Twitter.

“Pertandingan tiebreak menuntut mental baja dan ia tampaknya sudah kehilangan itu.”

Caruana menyampaikan ia lega masih mampu bertanding dan menjaga peluangnya sehabis tabrak ke-12 hari Senin di mana ia nyaris kalah.

“Yang utama, aku merasa lega. Saat Anda merasa sudah di ambang kekalahan, atau setidaknya dalam posisi yang sangat berbahaya, (tawaran remis) ini cukup bagus,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here