Hotman Sarankan Keluarga Korban Lion Air Tetap Lakukan Gugatan

0
249
Hotman Sarankan Keluarga Korban Lion Air Tetap Lakukan Gugatan
Hotman Sarankan Keluarga Korban Lion Air Tetap Lakukan Gugatan

LEBIH CEPAT – Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta supaya keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 PK-LQP untuk tidak menandatangani surat peryataan tidak menggugat pihak Lion Air.

Hal itu ia sampaikan ketika mendatangkan dua pengacara asal Chicago Amerika Serikat dari kantor aturan Ribbeck Law (kuasa aturan korban Lion Air yang menggugat Boeing) dalam konferensi pers di di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11).

Hotman menjelaskan, Lion Air bertindak tidak adil alasannya adalah hanya akan memperlihatkan derma kepada keluarga korban PK-LQP sebesar Rp 1,35 miliar jikalau tidak akan menuntut pihak Lion Air. “Padahal kalau kita mengajukan somasi di daerah produsen pesawat Boeing di Amerika, maka satu keluarga korban mampu menerima US$ 5-10 juta alasannya adalah kelalaian maskapai dan pemasok suku cadang pesawat itu,” ujar Hotman kepada awak media.

Ia menyarankan supaya seluruh keluarga korban penumpang Lion bersatu dan kompak dalam menggugat pihak Lion Air serta Boeing produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat itu.

Dalam kesempatan itu, ada enam keluarga korban yang hadir, termasuk keluarga korban pramugari Lion Air berjulukan Cynthia. “Dua pengacara yang kita datangkan ini sudah melaksanakan somasi kepada pihak Boeing di Pengadilan Illinois Chicago. Pihak hakim di pengadilan Amerika Serikat sendiri tidak bergantung sepenuhnya pada proses aturan di Indonesia,” terang Hotman.

Hotman merasa bahwa keluarga korban seharusnya tetap diperbolehkan melaksanakan tuntutan kepada pihak Boeing meski sudah menerima derma Rp 1,35 miliar dari pihak maskapai Lion Air.

“Sebagian besar keluarga ini dari keluarga menengah ke bawah. Tapi saya minta mereka jangan dengan mudahnya menandatangani surat untuk tidak menggugat pihak Lion Air. Karena derma Rp 1,35 miliar itu sebetulnya memang derma normal dan wajib dari pihak maskapai. Saya akan kawal para keluarga korban yang mau menggugat ke pihak Boeing hingga selesai,” tegas Hotman.

BACA JUGA:  Para Tokoh Punya Peran Penting dalam Pencegahan Radikalisme

Sementara salah satu keluarga korban Ramli Abdullah yang merupakan mertua Dollar yang berprofesi sebagai anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung mengaku hingga sekarang belum menerima derma dari pihak Lion Air.
“Setelah pertemuan dengan pak Hotman Paris, saya akan bertemu dengan lembaga keluarga korban Lion Air, apakah akan menandatangani surat pernyataan tidak menggugat Lion Air atau akan turut menggugat ke Boeing,” kata Ramli.

Ia dalam waktu bersahabat akan pergi ke Bangka ada tahlilan 40 hari meninggalnya korban Dollar. “Kita semua juga resah mau terima atau melanjutkan penuntutan. Berkas-berkas dokumen yang disyaratkan Lion Air untuk menerima derma Rp 1,35 miliar juga belum kita siapkan,” tambahnya.

Sementara pengacara dari Ribbeck Law, Manuel Bon Ribbeck menyebutkan sidang pertama akan dilakukan di Chicago pada 17 Januari 2019 mendatang. Ia meminta seluruh keluarga korban untuk bersatu dan satu bunyi dalam menggugat pihak-pihak terkait yang lalai dalam kecelakaan pesawat naas rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here