TPN-OPM Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Penembakan di Nduga

0
7
Sejumlah Prajurit Korps Marinir Melakukan Serangan Saat Demo Serangan Kilat Pada Upacara HUT Ke 73 Korps Marinir Di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018).
Sejumlah Prajurit Korps Marinir Melakukan Serangan Saat Demo Serangan Kilat Pada Upacara HUT Ke 73 Korps Marinir Di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018).

LEBIH CEPAT – Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) melalui salah satu petinggi organisasi itu, Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama, Egianus Kogeya menyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos Tentara Nasional Indonesia di Distrik Mbua, Papua.

Hal ini dikatakan Juru Bicara TPN-OPM Sebby Sambom dalam rilisnya kepada BeritaSatu.com, Rabu (5/12) siang. Sebby Sambom mengatakan, Panglima Daerah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Markodap III Ndugama, Egianus Kogeya menyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos Tentara Nasional Indonesia Distrik Mbua.

Disebutkan, semenjak 2 Desember 2018 di bawah pimpinan Komandan Operasi Tuan Pemne Kogeya, telah dilakukan operasi di Kali Aworak dan Kali Yigi dengan target operasi Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos Tentara Nasional Indonesia Distrik Mbua.

“Kami yang lakukan dan kami siap bertanggung jawab. Penyerangan ini di bawah pimpinan Panglima Daerah Makodap III Ndugama Tuan Egianus Kogoya dan komandan Operasi, Pemne Kogeya. Lebih dari tiga bulan kami memantau dan melaksanakan patroli, dan kami sudah secara lengkap mempelajari pekerja di Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos Tentara Nasional Indonesia Distrik Mbua. Mereka yaitu satu kesatuan,” kata Seby yang memberikan keterangan Egianus Kogeya.

Diungkapkan, Pos Mbua yaitu pos resmi sebagai pos kontrol dan yang bekerja di Kali Aworak dan Kali Yigi yaitu murni anggota Tentara Nasional Indonesia (Zeni Tempur/Zipur). “Karena kami tahu bahwa yang bekerja selama ini untuk jalan Trans (Papua) dan jembatan-jembatan yang ada sepanjang Jalan Habema Juguru Kenyam Batas Batu yaitu murni anggota TNI,” katanya.

BACA JUGA:  Ahok Diperkirakan Bebas Januari 2019

Lanjut dia, target serangan mereka tidak salah, alasannya TPN-OPM tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa, dan mana pekerja anggota TNI. “Walaupun mereka berpakaian sipil atau preman,” katanya.

“Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan Pos Tentara Nasional Indonesia di Distrik Mbua. Yang melaksanakan perlawanan dan penyerangan yaitu TPNPB Markodap III Ndugama, bukan warga sipil. Kami pimpinan hingga anggota TPNPB Komando Nasional punya isyarat etik perang revolusi. Kami tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan,” kata Sebby Sambom.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here