Gara-gara Cendol, Malaysia-Singapura “Perang”

0
246
Gara Gara Cendol, Malaysia Singapura “Perang”
Gara Gara Cendol, Malaysia Singapura “Perang”

LEBIH CEPAT – Kantor informasi CNN telah menamai cendol sebagai bab dari “50 Makanan Penutup Terbaik Dunia” pada Sabtu (1/12). Tetapi pada simpulan cerita, CNN menyebut kuliner epilog itu ialah kuliner ringan Singapura. Perang jagad maya tak mampu dihindari.

Seperti dilaporkan theStar, warganet asal Malaysia yang murka mengklaim cendol sebagai kuliner Malaysia. Tapi warganet Singapura pun tak mau kalah. Cendol menjadi tema “perang makanan” terbaru antara Malaysia dan Singapura.

“CNN yang terhormat, jikalau Cendol berasal dari Singapura, maka Pasta berasal dari Belgia, Tom Yam berasal dari Vietnam dan Dim Sum berasal dari India,” kicau akun Twitter @SidLatif, yang mengaku sebagai “seorang Malaysia”.

SidLatif menambahkan, “P/S: harap dicatat bahwa kami sangat tersinggung oleh ketidaktahuan Anda”.

Pengguna lain, @IdrisMartin, pun berkicau, “@CNN, cendol ialah bahasa Malaysia atau Indonesia, tetapi terperinci bukan bahasa Singapura”.

“Jen Rose Smith (penulis CNN) tidak boleh makan cendol kecuali beliau menyantap rendang dan makan nasi selama setahun dan hanya mendengarkan lagu M Nasir dan Anggun selama waktu itu. Maaf, itu aturannya”.

Pada goresan pena yang menghebohkan itu, CNN menulis : “Versi pencuci verbal yang sangat hambar ini mampu ditemukan di seluruh Asia Tenggara, tetapi dengan suplemen satu sendok kacang merah yang dimaniskan, Singapura menciptakan kuliner ringan klasik ini tetap sangat menggiurkan”.

Klaim CNN soal cendol mungkin cenderung keliru alasannya ialah Indonesia mempunyai lebih banyak variasinya. Kabar ini tentu saja juga mengecewakan orang Malaysia.

Jakarta Post melaporkan, pakar kuliner Indonesia William Wongso menepis laporan CNN. “Cendol tidak hanya tersedia di Indonesia, Singapura dan Malaysia, tetapi juga negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Vietnam dan Thailand.”

BACA JUGA:  Kejagung dan Kementerian PUPR Gelar Rakor Pembangunan Kawasan Timur

William menyampaikan kepada Jakarta Post bahwa cendol Indonesia berbeda dari cendol Singapura atau Malaysia.

“Jika Anda melihat cendol versi Singapura atau Malaysia, Anda akan menemukan semangkuk kuliner epilog berwarna-warni, yang terdiri dari jelly hijau mirip cacing, kacang merah manis, dan kadang-kadang, jagung elok yang disajikan dengan gula aren dan santan,” jelasnya.

Namun cendol Indonesia agak kurang berwarna alasannya ialah hanya terdiri dari jeli hijau, santan dan gula aren.

“Di Indonesia, cendol, juga dikenal sebagai dawet di Jawa, hanya mengacu pada jeli pandan yang disajikan dalam santan,” katanya, seraya menyebut beberapa orang mungkin menaruh lembaran daun pandan atau potongan nangka untuk menambah aroma.

“Di Singapura, cendol dicampur dengan materi lainnya, mirip es campur kami (es campur),” katanya kepada The Jakarta Post.

William menambahkan bahwa ada banyak versi cendol di Indonesia menurut kawasan asalnya. “Ada cendol Banjarnegara, es cendol Elizabeth dari Bandung dan bahkan cendol ireng (warna hitam cendol),” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here