Mardani Pernah Pimpin Rapat Kotak Kardus, Kini Mengkritik

0
239
Mardani Pernah Pimpin Rapat Kotak Kardus, Kini Mengkritik
Mardani Pernah Pimpin Rapat Kotak Kardus, Kini Mengkritik

LEBIH CEPAT – Salah satu rapat Komisi II dewan perwakilan rakyat mengenai pemilu 2019 yang menggunakan kotak bunyi dari kardus pernah dipimpin oleh legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, yang sekarang mengkritisinya.

Seperti diungkap politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lena Maryana Mukti, kotak bunyi dari kardus itu pernah dibahas, diujicoba, dan bahkan di pemilu 2014 atau di kurun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah digunakan.

Lena merasa ajaib kalau kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekarang mengkritiknya. Koalisi pasangan calon presiden/wakil presiden itu didukung oleh Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Lena, peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengaturnya sudah dikonsultasikan kepada Komisi II DPR. Dan selama itu, tak pernah ada problem yang diangkat.

“Apalagi pembahasan itu sudah dari 2017, jauh sebelum penetapan capres. Dan itu sudah melalui tahapan-tahapan di dewan perwakilan rakyat dan persetujuan fraksi-fraksi,” kata Lena, Senin (17/12).

“Salah satu rapat bahkan dipimpin oleh Mardani Ali Sera. Maka perlu dikonfirmasi ke mereka (Tim Prabowo-Sandi, red) terkait mekanisme yang berdasarkan mereka ada cacatnya,” imbuh Lena, yang menjadi salah satu juru bicara pasangan calon presiden/wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, sebagai politikus PPP, Lema menyampaikan pihaknya lebih menentukan memperkuat pengawalan kotak bunyi semoga tak dimanipulasi. Dalam hal ini, PPP menilai ada abdnegara aturan yang mampu didorong keras dalam mengawasinya. Baik dari pengepakan, distribusi, sampai dibuka menjadi kotak suara.

“Ketika distribusi, sudah ada SOP dari penyelenggara pemilu. Kaprikornus kita tak mampu ikut-ikutan mengawal kotak bunyi ada di mana. Sesuai UU, parpol itu porsinya hanya sebagai penerima pemilu,” tandas Lena.

BACA JUGA:  Bandung Kunafe Dukung Program Pengelolaan Sampah Plastik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here