Tim Jaguar Depok Buka Akses Jembatan Pitara untuk Motor

0
240
Tim Jaguar Depok Buka Akses Jembatan Pitara Untuk Motor
Tim Jaguar Depok Buka Akses Jembatan Pitara Untuk Motor

LEBIH CEPAT – Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok membuka saluran jalan Jembatan Pitara yang dihalangi oknum ormas untuk mampu dilalui kendaraan roda dua, Selasa (25/12). Padahal sedianya jalan ini sudah mampu dilalui semenjak Senin (24/12).

Komandan Tim Jaguar Iptu Winam Agus mengaku menerima banyak keluhan dari warga Depok di media umum dan juga dari aneka macam jalur komunikasi lainnya wacana Jembatan Pitara yang tidak mampu dilintasi kendaraan roda dua pada Senin (24/12). Padahal jembatan ini sudah diresmikan Wali Kota Depok Mohammad Idris pada Jumat (21/12).

Saat itu Wali Kota ketika mendatangani prasasti pelantikan mengungkapkan penggunaan Jembatan Pitara mampu dibuka kembali untuk kendaraan roda dua pada Senin (24/12).

“Untuk kendaraan beroda empat atau kendaraan roda empat, jembatan ini gres mampu dipakai awal Januari 2019,” ujar Idris ketika peresmian.

Namun, pada tanggal 24 Desember pengendara motor masih belum mampu memakai jembatan tersebut. Salah satu warga yaitu Purwaningsih mengeluhkan jembatan yang belum mampu dipakai sehingga ia tetap harus memutar jalan.

“Jembatannya masih dipalang dan ada yang jagain. Padahal katanya tanggal 24 sudah mampu digunakan. Aduh bikin capek. Harus mutar lagi saya,” ujar Purwaningsih yang mengendarai sepeda motor bermesin matic.

Kepala Tim Jaguar Winam Agus bersama anggota Tim Jaguar turun eksklusif ke lokasi jembatan. Winam kemudian berkomunikasi dengan oknum ormas yang masih menutup jembatan dengan bambu.

“Ini kenapa masih ditutup? Siapa yang tutup ini? Kan tanggal 24 Desember sudah mampu digunakan. Lha ini sudah tanggal 25 Desember kenapa masih ditutup?” tanya Winam kepada sejumlah orang oknum ormas yang berada di lokasi.

Oknum ormas tersebut hanya termangu dan hanya menjawab “Bukan saya, Pak. Saya nggak tahu, Pak. Bukan saya,” kata dia.

Winam kemudian menjelaskan bahwa hak masyarakat untuk mampu melewati jembatan yang sudah boleh dilintasi ini dihentikan dihalangi. “Bagaimana jika ada yang sakit? Butuh penanganan cepat, apa kalian masi tega nutupin jembatan begini? Saya ini baik sama semua masyarakat. Kamu juga baik sama saya tetapi jika kau menghalangi hak masyarakat maka saya lupakan kebaikan kau alasannya saya berpihak hanya kepada masyarakat,” tutur Winam.

Ditegaskan Winam, jembatan ini sudah mampu dipakai untuk kendaraan roda dua pada tanggal 24 Desember. “Entah apa ini tujuannya ditutup begini entah untuk timer mengutip uang atau apa. Jika sekali lagi kami masih menemukan hal mirip ini maka kami tidak akan segan untuk menindak. Kami bawa semua ke Polresta Depok,” tegas Winam.

BACA JUGA:  Tiongkok Lolos ke Piala Asia U-16, Indonesia Berpeluang Runner-up Terbaik

Kenudian Tim Jaguar pun hasilnya membuka saluran Jembatan Pitara untuk motor pada Selasa (25/12) sore. Warga masyarakat pun merasa senang atas pembukaan Jembatan Pitara.

Feti Fatimah, warga Kecamatan Cipayung merasa lega ketika melintasi jembatan ini pada Rabu (26/12). “Alhamdulillah sudah mampu dilewati oleh motor. Terima kasih Tim Jaguar yang sudah membuka saluran Jembatan Pitara,” ujar Feti.

Hal senada juga diungkapkan Mega Intan Prasetya warga setempat. “Ya ini kan hak publik untuk memakai jembatan masak dihalangi. Hati hati jangan suka mendzalimi hak orang lain nanti mampu kena azab. Terima kasih Tim Jaguar,” kata Mega.

Perbaikan Jembatan Pitara ini dilakukan semenjak Oktober 2018. Perbaikan ini merupakan pembangunan ulang, artinya konstruksi usang akan digantikan dengan konstruksi baru. Pembangunan ulang ini untuk memastikan kendaraan besar lengan berkuasa menopang beban kendaraan sampai 15 ton. Selain itu, daya tahan jembatan juga dipastikan infinit sampai 20 tahun dengan kondisi cuaca hujan maupun panas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok Manto mengapresiasi perbaikan jembatan yang rampung sempurna waktu. Meski masih membutuhkan waktu bagi kendaraan roda empat untuk melintas.

“Memang butuh waktu untuk mobil. Kalau motor sudah mampu lewat semenjak tanggal 24 Desember. Jembatan ini harus kokoh alasannya setiap harinya juga dilalui oleh truk sampah untuk menuju TPA Cipayung. Truk-truk ini beratnya mencapai 10 ton. Belum lagi kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap melintas dan beratnya hampir mencapai 15 ton, kami sudah antisipasi dengan pembangunan fondasi yang lebih besar lengan berkuasa dari sebelumnya,” ujar Manto.

Dikatakan dia, pengerjaan jembatan ini merupakan pembangunan konstruksi baru, dengan planning yang sangat matang. Untuk pembuatan turap juga diperhatikan sangat detail. Hal ini dilakukan biar air kali tidak gampang masuk ke rongga yang mampu menimbulkan fondasi tergerus, sehingga menimbulkan amblesnya jembatan.

“Turapnya juga kami buat gres dan lebih kokoh. Makara air dari kali tidak gampang masuk ke dalam rongga, yang terang setiap jengkal konstruksi kami perhatikan detail,” tutur Manto.

Jembatan sepanjang 50 meter ini juga akan dibangun dengan konstruksi lebih tinggi 50 meter dari bangunan lama.

Manto menambahkan, untuk perbaikan Jembatan Pitara tersebut, pemkot Depok mengeluarkan anggaran sebesar Rp950 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here