Kesiapsiagaan Bencana Belum Membudaya

0
117
Kesiapsiagaan Bencana Belum Membudaya
Kesiapsiagaan Bencana Belum Membudaya

LEBIH CEPAT – Penduduk Indonesia perlu didorong untuk tangguh menghadapi bencana. Kesiapsiagaan perlu ditingkatkan dan membudaya, dengan pembinaan atau gladi penyelamatan tragedi secara rutin dan pendidikan kebencanaan semenjak dini pada anak-anak.

Selain mitigasi struktural berupa infrastruktur yang mengikuti keadaan dan tahan tragedi juga perlu ketangguhan masyarakat menghadapi tragedi sebagai bentuk mitigasi non struktural.

Kepala Kelompok Penelitian Ekologi Manusia Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Deni Hidayati mengatakan, mitigasi struktural dan non struktural harus seimbang. Keduanya punya tugas masing-masing dan sama pentingnya.

“Keduanya harus masuk dalam kebijakan di pemerintahan daerah. Bahkan harus mulai diintegrasikan ke pendidikan anak di sekolah,” katanya dalam media briefing Urgensi untuk Pengurangan Risiko Bencana di Jakarta, Kamis (27/12).

Deni menjelaskan, bawah umur di sekolah perlu diajarkan dan diberi pengetahuan perihal kebencanaan. Misalnya saja bagaimana cara penyelamatan mampu diajarkan dan dintegrasikan dengan pelajaran olahraga. Untuk bertahan di tengah tragedi mampu diintegrasikan dengan ekstrakurikuler pramuka.

“Kalau memang tidak dibentuk mata pelajaran baru, setidaknya mampu diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada ketika ini,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Yogaswara mengatakan, pascatsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12), Presiden Joko Widodo meminta supaya pendidikan tragedi masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

Sebelumnya pada tahun 2017, United Nations International Strategy for Disaster Reduction merinci komponen-komponen penting yang harus dipenuhi dalam pengurangan risiko bencana, antara lain interaksi dengan sumber bencana, keterpaparan, kerentanan, dan kapasitas.

“Setiap insiden tragedi selalu menunjukkan kita pelajaran-pelajaran gres yang penting. Instruksi Presiden ialah momentum sempurna alasannya ialah kecenderungan masyarakat kita cenderung cepat melupakan bencana,” kata Henry.

BACA JUGA:  Hentikan Messi Bukan Berarti Menang Lawan Barcelona

Menurutnya, masyarakat lokal bekerjsama punya potensi pengetahuan alasannya ialah punya kedekatan dengan alam. Namun kalau ada kejadian-kejadian luar biasa, mereka belum tentu siap. Karena itu dibutuhkan pendidikan tragedi yang sesuai dengan karakteristik dan diperbarui sesuai dengan kejadian-kejadian tragedi terbaru dan latihan secara terus menerus sehingga akan terus dan gampang diingat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here