Puting Beliung Cirebon, Ini Kesaksian Warga

0
142
Puting Beliung Cirebon, Ini Kesaksian Warga
Puting Beliung Cirebon, Ini Kesaksian Warga

LEBIH CEPAT – Angin puting-beliung di Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menciptakan 165 rumah rusak, satu balita meninggal dunia, Minggu (30/12). Berikut kesaksian warga terkait petaka puting-beliung tersebut.

Seorang warga Arkom (37) di Cirebon, Senin (31/12), menceritakan tragedi angin puting beliung menerjang kampung halamanya dan ia bersama kelurga eksklusif keluar ketika melihat angin berputar-putar.

“Sekitar 20 menit angin berputar-putar, saya beserta keluarga eksklusif keluar rumah menyelamatkan diri,” ujarnya.

Menurutnya angin puting beliung itu eksklusif merusak dan menerbangkan atap rumah miliknya. Tidak hanya itu badai juga menciptakan dirinya harus berpegangan, semoga tidak terbawa.

“Kami eksklusif mencari benda untuk pegangan, alasannya adalah memang anginnya kencang,” lanjutnya.

Warga lain, Suwarti (31) mengaku merinding ketika melihat amukan puting beliung menyapu tumpukan botol kaca di sekitar rumahnya dari arah Barat menuju ke Timur.

Dia juga mengaku melihat botol kaca mulai naik ke atas mengikuti pusaran angin dan genting rumahnya juga ikut berterbangan tersapu angin.

“Waktu peristiwa saya kebetulan ada di luar rumah, sehingga melihat dengan terang amukan angin puting beliung,” katanya.

Dia menambahkan suasana makin mencekam ketika warga berhamburan keluar dan berteriak minta tolong, tidak hanya itu bunyi azan pun berkumandang dimana-mana.

Kemudian puting beliung semakin besar, ia beserta keluarga asalnya mengungsi di mushola dan lalu bergeser ke Masjid Panguragan yang berada di erat Balai Desa Panguragan Kulon. “Banyak yang menangis, banyak yang azan, menyebut nama Allah. Alhamdulillah kami selamat,” katanya lagi.

BACA JUGA:  Pengalihan Penahanan Ratna Ditolak, Atiqah: Kita Hanya Gunakan Hak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here