Pernah Membebaskan Sandera di Somalia, Ini Sosok Letjen Doni Monardo

0
128
Pernah Membebaskan Sandera Di Somalia, Ini Sosok Letjen Doni Monardo
Pernah Membebaskan Sandera Di Somalia, Ini Sosok Letjen Doni Monardo

LEBIH CEPAT – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Melepas jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Doni menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rapangile.

Di dunia militer, karier dan prestasi Letjen Doni tergolong gemilang. Berbagai posisi strategis pernah didudukinya. Prestasinya di bidang militer pun diakui banyak kalangan, termasuk dikala ia berhasil memimpin operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak di Somalia, beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Wikipedia, Rabu (9/1), karier pertama Doni di militer eksklusif di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1986 hingga 1998. Selama di Kopassus, ia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh, dan daerah lain, terutama yang dilanda konflik.

Pada 1999 hingga 2001, lelaki yang suka aktivitas menembak dan beladiri itu ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Kemudian, ia ditarik ke Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hingga 2004, kemudian mengikuti training counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.

Pada 2005 hingga 2006, Doni ditugaskan di Aceh. Setelah satu tahun bertugas di sana, ia kembali ditarik ke Jakarta dan bergabung kembali Paspampres. Pada 2006, laki-laki kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 itu dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk bertugas di Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kostrad).

Salah satu acara laki-laki berusia 55 tahun yang hingga sekarang dikenang masyarakat Makassar itu yaitu penghijauan beberapa daerah tandus di Sulsel, termasuk di sekitar Bandar Hasanuddin.

Setelah di Makassar Doni di promosikan menjadi Komandan Grup A Paspampres hingga 2010. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Indonesia itu ia sudah mengikuti kunjungan presiden ke 27 negara di dunia.

Setelah di Paspamres, Doni kemudian diberi doktrin menjadi Komandan Korem (Danrem) 061 Surya Kencana Bogor. Hanya beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diberi doktrin menjadi Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus.

BACA JUGA:  KPU Bali Coret 27 WNA Masuk DPT

Salah satu peran yang melambungkan namanya yaitu dikala ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somali. Atas keberhasilan itu, pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.

Pada April 2012, Doni mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVIII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Setelah tamat pendidikan di Lemhannas, Doni eksklusif dipromosikan menjadi Komandan Paspampres (Danpaspampres).

Sekitar dua tahun kemudian, Doni pindah lagi ke komunitas asalnya di militer, yakni Kopassus. Kali ini, ia jadi orang nomor satu di satuan khusus Tentara Nasional Indonesia itu, yakni menjadi Danjen Kopassus. Posisi itu dijabatnya sekitar satu tahun, yakni pada 2014 hingga 2015.

Ketika memimpin pasukan khusus itu, Doni menorehkan sejarah gres dengan menimbulkan para prajurit lebih humanis. Dia menerapkan konsep 3S di Kopassus, yakni senyum, sapa, dan salam. Doni ingin mengubah gambaran Kopassus di mata masyarakat sebagai pasukan yang tidak hanya piawai dalam menjalankan peran berat dari negara, terutama dalam memberantas terorisme, tetapi juga bisa ramah kepada masyarakat.

Setelah di Kopassus, karier militer Doni berlanjut di Maluku. Pada 2015-2017 ia dipercaya menjadi Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Pattimura. Di tempat ini pun Doni kembali menorehkan sejarah. Hobi penghijauan Doni disalurkan dengan menciptakan Program Emas Hijau dan Emas Biru. Pada acara itu, Doni bersama jajaran Pangdam Pattimura ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan hasil bumi di hutan dan di laut.

Setelah itu di Maluku, Doni ditunjuk menjadi Pangdam III/Siliwangi (2017-2018), kemudian menjadi Sekjen Wantannas (2018-2019). Kini, Presiden Jokowi memercayakan Doni untuk mengisi jabatan Kepala BNPB, tentu dengan melihat kerja keras dan banyak sekali prestasi jenderal bintang tiga itu. Presiden tentu yakin Doni bisa melaksanakan koordinasi dalam penanggulangan tragedi yang kerap terjadi di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here