Minyak Dunia Naik di Tengah Optimisme Perundingan AS-Tiongkok

0
187
Minyak Dunia Naik Di Tengah Optimisme Perundingan AS Tiongkok
Minyak Dunia Naik Di Tengah Optimisme Perundingan AS Tiongkok

LEBIH CEPAT – Harga minyak naik lebih dari 2 persen pada selesai perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (9/1), didukung cita-cita bahwa undangan minyak mentah mampu naik lebih cepat kalau negosiasi antara pejabat-pejabat Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menuntaskan perselisihan perdagangan.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, meningkat US$ 1,26 atau 2,6 persen, menjadi US$ 49,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, naik US$ 1,39 atau 2,4 persen, menjadi US$ 58,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

“Situasi perdagangan bullish, Anda mempunyai konstruksi undangan yang baik kalau kami mampu menuntaskan akad perdagangan ini,” kata Direktur Berjangka di Mizuho di New York, Bob Yawger, mirip dikutip Reuters.

Anggota delegasi AS Steven Winberg mengatakan, negosiasi antara AS dan Tiongkok sejauh ini berlangsung baik dan akan berlanjut pada Rabu (9/1) waktu setempat atau Kamis (10/1) WIB.

Perundingan ini yakni pertemuan tatap muka pertama antara pejabat-pejabat kedua negara, semenjak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Desember setuju untuk gencatan senjata selama 90 hari terkait perang dagang yang telah menekan pasar keuangan global.

Pada Senin (7/1), Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan optimisme untuk menuntaskan perselisihan. Namun beberapa analis memperingatkan bahwa ketegangan mampu terjadi lagi.

Para pedagang minyak juga khawatir bahwa kemungkinan perlambatan ekonomi dunia mampu mengurangi konsumsi materi bakar. Hedge fund industri telah memangkas secara signifikan posisi bullish minyak mentah berjangka.

S&P Global Ratings telah menurunkan asumsi rata-rata harga minyak untuk 2019 sebesar US$ 10 per barel menjadi US$ 55 per barel untuk Brent dan US$ 50 per barel untuk WTI.

BACA JUGA:  Tersingkir di Semifinal, Argentina Layangkan Dokumen Protes ke Conmebol

Kenaikan harga minyak mentah juga didukung pemotongan pasokan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) termasuk eksportir utama Arab Saudi, dan sekutunya Rusia.

Arab Petroleum Investments Corp yang berbasis di Saudi, yang mendanai proyek-proyek perminyakan, memperkirakan bahwa harga minyak kemungkinan akan diperdagangkan pada US$ 60 dolar AS sampai US$ 70 per barel pada pertengahan 2019.

Namun pasokan minyak AS sedang melonjak. Peningkatan tajam dalam pengeboran serpih darat (onshore shale) telah mengakibatkan AS sebagai produsen utama dunia, dengan produksi minyak mentah naik 2 juta barel per hari (bph) tahun kemudian ke rekor dunia 11,7 juta barel per hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here