Penjualan Ponsel Secara Offline Masih Tak Tergantikan

0
233
Dav
Dav

LEBIH CEPAT – Tren belanja online dalam beberapa tahun terakhir memang terus meningkat. Banyak masyarakat yang mulai beralih dari transaksi offline ke online sebab dianggap lebih mudah dan menguntungkan.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan, porsi belanja online ketika ini belum seberapa dibandingkan offline, terutama untuk produk-produk elektronik mirip smartphone. Persentase pergeseran transaksi offline ke online ternyata masih sangat kecil.

“Terjadi pergeseran dari yang tadinya belanja smartphone di supermarket atau toko fisik kemudian pindah ke e-Commerce, itu ternyata mitos. Faktanya, shifting itu sangat-sangat kecil porsinya dari total retail secara nasional. E-Commerce maksimum sekali gres 2 persen dari total retail,” kata Bhima Yudhistira, di sela program Selular Business Forum, di Jakarta, Kamis (17/1).

Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Hasan Aula, juga memberikan pandangan serupa. Kemudahan belanja produk smartphone secara online, tidak akan mampu mengalahkan pengalaman berbelanja offline, di mana konsumen mampu mencoba terlebih dahulu produk yang ingin dibeli.

“Kontribusi online di industri smartphone memang masih sangat kecil. Konsumen masih lebih nyaman belanja offline. Kenapa? Mereka bukan hanya ingin beli smartphone, tapi juga ingin menerima experience. Yang mampu memperlihatkan pengalaman pengguna, itulah yang akan menang. Makanya hingga kini banyak yang lebih menentukan tiba ke toko untuk coba-coba langsung, apalagi untuk produk yang harganya mahal,” kata Hasan Aula yang juga CEO Erajaya Swasembada.

Hasan menambahkan, Erajaya sendiri tak menampik adanya kebutuhan untuk belanja online. Karenanya, Erajaya juga mulai berbagi layanan online to offline (020), di mana konsumen mampu melaksanakan pembelian secara online, namun pengambilan barangnya mampu dilakukan di toko Erajaya terdekat.

BACA JUGA:  Zidane Sebut Bale Tak Mau Bermain alasannya ialah Ingin Pindah

“Di tengah persaingan yang sangat ketat ini, adanya omni channel memang sagat penting. Orang mampu pesan di online dan pick up barangnya di toko offline. Erajaya Grup sudah menjalankan itu. Kita bukan hanya pemain offline terbesar di smartphone, tapi juga akan menjadi salah satu omni channel yang mampu memperlihatkan konsumen laba lebih ketika membeli smartphone,” kata Hasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here