Film Dreadout Optimistis Tembus 1 Juta Penonton

0
239
Film Dreadout Optimistis Tembus 1 Juta Penonton
Film Dreadout Optimistis Tembus 1 Juta Penonton

LEBIH CEPAT – Film horor DreadOut yang merupakan garapan sutradara Kimo Tjahjanto, alhasil menembus angka 800.000 penonton. Atas pencapaian ini, rumah produksi GoodHouse.id semakin yakin untuk menciptakan semesta atau universe film yang diangkat dari gim horor Indonesia ini.

Produser film DreadOut, Wida Handoyo, mengungkapkan, pihaknya awalnya tidak begitu yakin kalau film ini akan menerima demam isu yang besar dari masyarakat Indonesia. Terlebih, dikala ini juga tengah marak film horor lokal bahkan Hollywood dengan kualitas baik yang mewarnai bioskop.

Ia menjelaskan, dikala penayangan di hari pertama, DreadOut menerima 80.000 penonton di 211 layar. Kemudian, di hari ke dua pihak bioskop menambah menjadi 345 layar.

“Awalnya mungkin kami hanya berpikir film ini hanya mencapai 700.000 penonton hingga nanti turun di bioskop. Pasalnya, film ini merupakan hal yang gres di Indonesia, dengan menciptakan film yang disesuaikan dari gim. Namun ternyata, demam isu lebih besar dan kita masih mempunyai impian biar film ini mampu mencapai angka satu juta penonton,” terang Wida, di daerah Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Setelah berkembang menjadi sebuah film, semesta DreadOut masih akan terus dibangun, mengingat gim yang satu ini mempunyai kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang kuat. Hal terdekat yang akan dilakukan Wida adalah, menjual banyak sekali macam merchandise dari film dan gim, serta membicarakan prekuel atau sekuel film yang rencananya akan dikirim ke ScreamFest, di Amerika Serikat (AS).

“Setelah film ini tayang, kami akan berfokus untuk mendistribusikan film ini ke Internasioal, sekitar negara Asia, dan negosiasi menuju pasar Eropa dan Amerika. Dari universe DreadOut mampu berkembang sendiri, mulai dari abjad hantu kebaya merah yang kini menjadi ikon hantu gres di Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA:  Debut Berakting, Jason Ranti Nikmati Main di Film Koboy Kampus

Dengan begitu, industri kreatif di Indonesia juga semakin berkembang. DreadOut mampu menjadi pionir di Indonesia, atas perpaduan gim dengan industri film. Menurutnya, kerja sama gim dan film di Hollywood, Korea, atau Jepang, sudah usang menjadi ladang laba yang besar.

“Di luar negeri, sudah ada Sillent Hill, The Walking Death, hingga gim anak Angry Bird, yang kini sukses di box office, dan disukai banyak orang di dunia. Indonesia juga mampu memulai dari sekarang,” ungkapnya.

Rencana pembuatan semesta DreadOut didukung oleh CJ Entertainment, salah satu rumah produksi asal Korea Selatan (Korsel) yang ikut menggarap film ini. Perwakilan CJ Entertainment, Justin Kim, mengatakan, pihaknya selalu ingin menciptakan semesta film horor.

“Saya rasa kami mampu menciptakan semesta besar yang mampu dimulai dengan film ini. Kami dikala ini berpikir, berharap ada prekuel dan sekuel,” kata Justin.

Kimo menunjukkan pendapat serupa soal pembuatan semesta horor ini. Bahkan, pihaknya bermimpi untuk menciptakan serial DreadOut yang tayang di over the top (OTT) atau yang lebih sering disebut layanan streaming.

“Tayang premium di OTT supaya all out, enggak pikirkan rating. Ini film pertama gue dengan rating 17 tahun ke atas, sulit sebab harus menahan diri biar mampu mampu rating 17 tahun,” kata Kimo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here