Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava

0
72
Asap Solfatara Keluar Dari Kubah Lava Gunung Merapi Terlihat Dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).
Asap Solfatara Keluar Dari Kubah Lava Gunung Merapi Terlihat Dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

LEBIH CEPAT – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat 11 kali guguran lava pijar kembali meluncur dari puncak Gunung Merapi pada Sabtu (19/1).

Melalui akun twitter resminya, BPPTKG menyatakan bahwa semenjak pukul 06.00-12.00 WIB tercatat sebanyak sebelas kali guguran lava pijar.

Arah serta jarak luncur gugurannya tidak teramati alasannya adalah cuaca di Gunung Merapi masih berkabut. Meski demikian, menurut data seismik, durasi guguran itu berlangsung selama 17 hingga 16 detik.

Sebelumnya, pada Sabtu (19/1) pagi, periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG telah melaporkan sembilan kali guguran lava meluncur dari gunung teraktif di Indonesia itu. Berdasarkan data seismik durasi guguran itu berlangsung selama 14 hingga 36 detik.

Berdasarkan laporan acara Gunung Merapi periode pengamatan 18 Januari mulau pukul 00-24.00 WIB yang dirilis BPPTKG secara visual asap solfatara di gunung itu tidak teramati.

Aktivitas kegempaan pada periode itu tercatat sebanyak 28 kali gempa guguran dan satu kali gempa frekuensi rendah.

Adapun, volume kubah lava di gunung itu per 16 Januari 2019 tercatat 453.000 meter kubik dengan jalu pertumbuhan 2.300 meter kubik per hari atau lebih rendah dari pekan sebelumnya.

Mengacu pada data acara vulkanik Merapi, hingga ketika ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melaksanakan acara dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

BACA JUGA:  Arsenal vs MU, Laga Akbar Demi Gengsi dan Posisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here