Daniel Mananta: Saya Idolakan Ahok Bukan sebab Film

0
218
Daniel Mananta= Saya Idolakan Ahok Bukan Karena Film
Daniel Mananta= Saya Idolakan Ahok Bukan Karena Film

LEBIH CEPAT – Aktor Daniel Mananta tak pernah menduga film “A Man Called Ahok” yang dibintanginya mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat dengan angka jumlah penonton filmnya melebihi 1 juta penonton. Daniel menegaskan dirinya memang mengidolakan sosok mantan Bupati Belitung Timur itu jauh sebelum dirinya mendapatkan anjuran menjadi Ahok dalam film tersebut.

Butuh enam bulan lamanya dirinya melaksanakan riset terhadap sosok idolanya itu biar bisa tampil maksimal dalam memerankan sosok Ahok. Bahkan dikala bertemu dengan Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dalam rangka persiapan syutingnya, Daniel mendapatkan aneka macam wejangan dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Tak hanya itu, Daniel juga mengaku sempat mendapatkan kritikan dari Ahok terkait peranannya di film yang diangkat dari buku yang berjudul sama dengan filmnya. Bahkan takut tak maksimal dalam memerankan idolanya itu, Daniel mengaku sempat ingin mengundurkan diri dikala dirinya dipercaya memerankan Ahok di film itu.

“Jujur banget ini mungkin agak spiritual. Saya sebenernya enggak PD (percaya diri) banget ketika hari pertama baca skripnya, dan jujur saya lihat tugas ini cukup berat, berat banget. Saya sempat telepon manajer saya buat mundur (perankan Ahok) sebab takut banget. Saya yaitu bintang film yang lemah. Tapi manajer saya bilang ‘justru itu, lo dipilih jadi bintang film di dikala yang tepat, tapi melalui kekuatan yang diberi Tuhan dikala ini. Kalau memang jalannya Tuhan, lo akan terlihat sebagai bintang film hebat’. Dan ketika saya lihat risikonya ternyata di luar ekpektasi. Saya sangat berterima kasih atas tugas gue dengan memerankan sosok beliau,” ungkap Daniel.

Bagi Daniel, kecintaannya pada sosok Ahok bukan sebab dirinya bisa memerankan dengan tepat tokoh Ahok dalam film tersebut. Namun lebih dari itu, dirinya menyukai dan mengidolakan Ahok karena visi dan misinya dalam membangkitkan anak bangsa akan bangsa dan negaranya.

BACA JUGA:  Buktikan Talenta, Aya Rilis Apa Benar

“Kecintaan saya pada Ahok memang lebih dari sekedar gestur dengan saya berhasil memerankan dia dalam sebuah film, tapi saya menyayangi dan mengidolakan dia hingga ke misi dia terhadap Indonesia dan kecintaan dia dengan Indonesia. Hal itu mungkin yang lantas menjadi ide ihwal bagaimana kecintaan saya pada Indonesia. Kaprikornus saya mungkin jadi orang yang paling bersyukur sebab bisa memerankan orang yang menjadi idola dan risikonya menciptakan kita semua puas,” jelasnya.

Selama memerankan tokoh Ahok, Daniel sendiri mencicipi benar perjalanan spiritual usai ditunjuk produser dan sutradara dalam film A Man Called Ahok

“Saat mendapatkan tugas Ahok di film itu, saya amat mencicipi bagaimana diri saya menjadi seorang Ahok. Dari situ saya tambah mengenal bersahabat siapa Ahok dan makin mengidolakannya sebagai sosok yang berani dan bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya. Kita pastinya butuh sosok mirip dia jika bangsa ini mau maju,” tambahnya.

Sebagai seorang aktor, Dirinya bersyukur bahwa film yang dibintanginya bisa menginspirasi banyak keluarga usai menonton filmnya itu.

“Film ini memang hanya sebuah film drama. Artinya, film ini memang awalnya didesain untuk menciptakan para penontonnya tersentuh. Film ini, juga menampilkan abjad Ahok dengan jujur, namun dari sisi lain yang tidak diketahui oleh orang banyak, yaitu dikala dia berada di tengah keluarga, dan dia menyayangi keluarganya. Dan cita-cita gw semoga semakin banyak lagi orang yang terinspirasi sehabis menonton film ini untuk lebih menyayangi Indonesia mirip seorang pak Ahok. Semoga film ini akan selalu menjadi terang, membuatkan kebaikan, membuatkan kasih terhadap sesama tanpa pandang ras, suku, agama dan usia,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here