Tak Kuat Didera Shutdown, Departemen Keamanan AS Minta Gaji

0
226
Tak Kuat Didera Shutdown, Departemen Keamanan AS Minta Gaji
Tak Kuat Didera Shutdown, Departemen Keamanan AS Minta Gaji

LEBIH CEPAT – Sejumlah petinggi dan mantan pemimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyurati Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk meminta gaji.

Pada Kamis (24/1), mantan kepala staf Gedung Putih, John Kelly, dan empat mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri lainnya, menulis surat kepada presiden, menyerukan supaya DHS segera dibiayai lagi. Surat senada juga ditujukan kepada Kongres AS.

“Tidak masuk logika bahwa pegawai DHS yang bertanggung jawab untuk dilema keamanan nasional, bekerja tanpa bayaran,” demikian suara pernyataan bersama dalam surat kepada Gedung Putih, Kamis.

Surat itu menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban negara untuk membayar honor para pegawai federal termasuk pegawai DHS. Para pegawai federal tak seharusnya mencari pinjaman atau menambah pinjaman gres untuk membayar tagihan mereka, kalau negara membayar honor mereka sempurna waktu tanpa terpengaruh pertarungan politik Gedung Putih dan Kongres AS.

“Jika hak mereka dipenuhi, para pegawai negeri ini tidak harus bergantung pada kemurahan hati orang lain untuk membantu memberi makan keluarga mereka dan membayar tagihan mereka,” suara surat tersebut.

Penutupan pemerintahan AS yang berlangsung semenjak 22 Desember 2018, telah berdampak pada sedikitnya 9 departemen, termasuk DHS, FBI dan TSA (Transportation Security Agency).

FBI telah memperingatkan sumber daya agen yang mengalami krisia balasan penutupan pemerintahan telah berada pada titik puncak. FBi telah menunda penyelidikan sensitif dan operasi yang dikompromikan.

TSA yang antara lain bertugas melaksanakan pengamanan di bandara, telah menunda investigasi imigrasi untuk sekitar 42.000 masalah alasannya adalah keterbatan petugas.

BACA JUGA:  Kriminalisasi Chuck Berlawanan dengan Perintah MA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here