Tol BORR Seksi IIIA Ditargetkan Rampung 12 Bulan

0
249
Tol BORR Seksi IIIA Ditargetkan Rampung 12 Bulan
Tol BORR Seksi IIIA Ditargetkan Rampung 12 Bulan

LEBIH CEPAT –  Pembangunan tol lingkar luar Bogor (BORR) tahap IIIA telah dimulai sehingga ditargetkan rampung dalam 12 bulan. Proyek jalan layang juga akan menggusur 174 lahan yang berada di sepanjang Simpang Yasmin sampai Simpang Semplak.

Direktur PT Jasa Marga Sarana Jabar Hendro Atmojo menuturkan, total biaya investasi pembangunan tol sepanjang 2,85 kilometer tersebut senilai Rp 3 triliun. Sedangkan progres pengerjaan dari Simpang Yasmin di Kelurahan Kedungjaya sampai Jembatan Kaliangke, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanahsereal ini gres mencapai 1 persen.

“Tahapannya gres 1 persen. Untuk proses nyopotin pohon saja satu bulan. Pengerjaan masih landai dan belum tahap konstruksi,” papar Hendro, Jumat (25/1). Estimasi pembiayaan pemangkasan sampai pemindahan 434 pohon mencapai Rp 1,5 miliar.

Progres pembangunan akan mulai menanjak pada enam bulan terakhir atau Juni. Proyek yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) itu harus selesai maksimal Desember 2019. Kata dia, pada masa pengerjaan konstruksi dikerjakan selama 24 jam, sehingga sesuai sasaran awal tahun 2020 tol sudah beroperasi.

Pembebasan lahan
Selain pohon-pohon di median Jalan Sholeh Iskandar, pembangunan proyek jalan layang Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA juga akan menggusur 174 lahan yang berada di sepanjang Simpang Yasmin sampai Simpang Semplak.

“Target kami April ini proses pembayaran sudah mulai dilaksanakan,” ujar Pimpinan Proyek Tol BORR Seksi III A Leona Roedhianitasari.

Dia mengaku ketika ini masih fokus memindahkan (bowling) 434 pohon yang terdampak pembangunan tol. Proses pembebasan lahan dikerjakan oleh tim appraisal secara independen. “Perhitungan nilai lahan yang akan dibayarkan dilakukan oleh tim terpisah yang nantinya akan diakurasikan dengan data Badan Pertanahan Nasional (BPN),” paparnya.

BACA JUGA:  Konsumen Antusias Sambut Kebangkitan Jeep di RI

Biaya pembebasan lahan seluas enam hektar mencapai Rp 1,5 triliun. Namun, Leona menilai harga lahan yang bakal diganti untung itu, tidak akan banyak berbeda dengan harga lahan pada Seksi II B Kedungbadak-Yasmin sekitar Rp 10 juta sampai Rp 25 juta per meter.

Sementara Camat Tanah Sareal Asep Kartiwa menjelaskan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol BORR mencapai 54.237 meter persegi. Lahan tersebut terdapat di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Cibadak dan Kayumanis.

“Di Kelurahan Cibadak ada 94 bidang dengan luas 24.035 meter persegi dengan 87 orang pemilik. Sementara di Kelurahan Kayumanis ada 80 bidang dengan luas 30.202 dan 80 orang pemilik,” Asep merinci.

Saat ini, kata dia, proses ganti untung belum memberikan nominal. Sebab gres saja selesai pada tahap pengukuran. “Belum (menunjukkan nominal) gres selesai tahap pengukuran alasannya adalah tidak semua yang dibebaskan itu ukurannya sama,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here