38 Mobil Baru Meluncur Tahun Ini, MPV dan SUV Kaprikornus Favorit

0
62
38 Mobil Baru Meluncur Tahun Ini, MPV Dan SUV Jadi Favorit
38 Mobil Baru Meluncur Tahun Ini, MPV Dan SUV Jadi Favorit

LEBIH CEPAT – Sekitar 38 model kendaraan beroda empat baru, baik versi penyegaran (facelift) maupun yang benar-benar gres (all new), bakal meluncur tahun ini. Kehadiran mobil-mobil gres ini bakal menggairahkan pasar kendaraan beroda empat domestik atau minimal menahan kejatuhan penjualan.

Dari sekian banyak model gres yang dirilis, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia facelift paling menarik perhatian publik. Maklum, dua kendaraan beroda empat ini ialah penentu pergerakan pasar mobil, karena berada di segmen tergemuk kendaraan multiguna bawah atau low multipurpose vehicle (LMPV). Kontribusi segmen LMPV terhadap total pasar sekitar 24%. Adapun porsi total segmen MPV, terdiri atas MPV menengah dan LMPV 30% lebih.

Selain itu, tahun lalu, terjadi pertarungan sengit antara Mitsubishi Xpander dan Avanza-Xenia. Xpander tercatat beberapa kali mengalahkan Avanza dalam penjualan bulanan dan menjadi model terlaris di Indonesia. Tak pelak lagi, Avanza dan Xenia facelift bakal menjadi serangan balik Toyota dan Daihatsu ke Mitsubishi. Alhasil, persaingan di segmen LMPV pada 2019 dipastikan kian sengit. Avanza dan Xenia facelift dirilis bulan ini.

Toyota tak hanya melepas Avanza facelift. PT Toyota Astra Motor (TAM) bakal meluncurkan enam model gres tahun ini. Selain Avanza facelift, All New Camry diprediksi melenggang pada 2019, sehabis diperkenalkan di Thailand tahun lalu.

Segmen LMPV juga bakal kedatangan kendaraan beroda empat lansiran Nissan yang berbasis Xpander. Ini terjadi karena Mitsubishi menjadi potongan dari aliansi Renault dan Nissan, sehingga mengembangkan sasis dan mesin menjadi hal lumrah.

Honda tak tinggal diam. Setelah melepas All New Brio tahun lalu, Honda bakal melansir All New Mobilio yang satu platform dengan Brio. Honda juga diprediksi melepas crossover WR-V.

Di luar LMPV, segmen SUV juga bakal diserbu pemain baru. Suzuki kemungkinan besar melepas All New Jimny yang menyedot perhatian pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Mobil ini rencananya dilokalisasi dengan menggunakan mesin bensin Ertiga baru.

Wuling, pemain asal Tiongkok, turut masuk segmen SUV melalui Almaz. Hal ini diikuti oleh pemain Tiongkok lainnya, DFSK, kendati nama modelnya belum diketahui.

Di segmen kendaraan beroda empat komersial, Mitsubishi kabarnya akan melansir New Triton yang sudah hadir di Thailand. Para pabrikan kendaraan beroda empat premium, mirip Mercedes Benz (Mercy) dan BMW juga bakal kasar melepas kendaraan beroda empat gres tahun ini.

Mercy bakal melepas model all new di segmen SUV. Pabrikan Jerman ini juga akan menghadirkan B-Class. CLA 4-door Coupe, CLA Shooting Brake, edisi penyegaran GLC dan GLC Coupe, GLE, GLS, dan satu kendaraan beroda empat kecil baru.

Rivalnya sesama Jerman, BMW, akan melansir lima kendaraan beroda empat baru, terdiri atas BMW X5, BMW Seri 3, BMW Z4, BMW M5, dan BMW 8 Series. Kabar lainnya, Porsche 911 dan SUV Porsche Macan bakal dirilis tahun ini, demikian pula dengan Proton X70, Range Rover Evoque, VW T-Roc, Hyundai Tucson, Hyundai Grand i10, Mazda3, Infiniti Q30, Jaguar XE, Audi A4, Audi Q8, dan Lexus UX.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan beroda empat 2019 stabil dari estimasi 2018 sebanyak 1,1 juta unit. Per November 2018, penjualan kendaraan beroda empat naik 7% menjadi 1,063 juta unit dari periode sama tahun sebelumnya 994.799 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, penjualan kendaraan beroda empat sangat dipengaruhi oleh kehadiran model baru. Biasanya, konsumen pribadi tertarik kalau ada produk gres yang dikeluarkan biro pemegang merek (APM).

“Sama mirip baju, kalau ada yang baru, niscaya konsumen membelinya, begitu juga dengan kendaraan,” ujar beliau saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Jumat (4/1).

Model baru, kata dia, punya daya tarik tersendiri dan bisa mendorong penjualan mobil. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan produk gres yang dikeluarkan berada di segmen MPV dan SUV. “Produk gres yang dicari juga dilihat menurut harganya. Jika terjangkau, biasanya diburu konsumen,” kata dia.

Jongkie menilai, dengan maraknya peluncuran model baru, sasaran penjualan kendaraan beroda empat 2019 sebanyak 1,1 juta unit cukup realistis. Selain model baru, penjualan kendaraan beroda empat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tahun ini masih sekitar 5%.

Rasio kepemilikan kendaraan beroda empat di Indonesia gres 87 unit per 1.000 orang.


Dalam pandangan Jongkie, hal lain yang memengaruhi pasar kendaraan beroda empat ialah pergerakan suku bunga acuan, yang memilih bunga kredit kendaraan bermotor (KKB). Saat ini, sekitar 70% pembelian kendaraan beroda empat menggunakan denah kredit dengan pemberian perusahaan pembiayaan (multifinance).

Jika bunga contoh naik, demikian Jongkie, bunga KKB terkerek, sehingga cicilan kredit membengkak. Hal ini akan menciptakan orang tidak sanggup membeli mobil, sehingga penjualan bisa turun.

BACA JUGA:  Chelsea vs Wolverhampton: The Blues Waspadai Ancaman Wolves

Faktor kedua, kata dia, ialah kenaikan harga materi bakar minyak (BBM) dan situasi politik. Sejauh ini, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi pada 2019.

Jongkie menambahkan, jenis kendaraan beroda empat yang paling laku pada 2019 diprediksi masih sama mirip tahun-tahun sebelumnya, yaitu MPV dan SUV. MPV dicari alasannya ialah harganya terjangkau dan bisa menampung banyak penumpang, sedangkan SUV dicari untuk mendukung gaya hidup (lifestyle).

Selain itu, harga sejumlah varian LMPV di bawah Rp 200 juta, sedangkan varian menengah dan tertinggi masih di level Rp 200 jutaan. “Dengan income per capita USS 3.600, 50% kendaraan beroda empat yang terjual ada di segmen di bawah Rp 200 juta dan Rp 200 jutaan. Harga sebesar itu sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia,” ucap Jongkie.

Dia menilai, prospek penjualan kendaraan beroda empat Indonesia masih sangat menjanjikan. Sebab, rasio kepemilikan kendaraan beroda empat di negara ini gres 87 unit per 1.000 orang, jauh di bawah negara tetangga, mirip Malaysia 450 unit per 1.000 orang dan Thailand 220 unit per 1.000 orang.

“Kalau kita melihat data ini, potensi pasar kendaraan beroda empat untuk meningkat masih sangat besar. Saya bayangkan kalau naik 1 saja dari 87 ke 88, berati penjualan akan naik 260.000 unit. Ini bisa saja, alasannya ialah penduduk Indonesia besar, 250 juta orang,” ujar Jongkie.

Untuk meningkatkan penjualan, Jongkie mengatakan, pihaknya terus berdiskusi dengan pemerintah untuk menyesuaikan tarif pajan penjualan barang glamor (PPnBM) sedan kecil dari 30% menjadi 10%, sama mirip MPV dengan kubikasi mesin di bawah 2.000 cc.

Dia menilai, penjualan kendaraan beroda empat di Indonesia masih pincang. MPV laku di pasaran, alasannya ialah harganya terjangkau, sedangkan penjualan sedan anjlok, alasannya ialah dikenakan tarif pajak tinggi.

Di sisi lain, beliau menuturkan, pertumbuhan pasar kendaraan beroda empat 7% sampai November 2018 disumbangkan oleh kenaikan penjualan kendaraan komersial, khususnya truk. Pada periode ini, penjualan truk melonjak 30%. Hal ini dipicu maraknya pembangunan infrastruktur dan geliat sektor logistik.

“Selain itu, harga komoditas pertambangan cukup baik, sehingga ini menggerakkan undangan truk. Adapun penjualan sedan anjlok 22%, MPV naik 4%, dan kendaraan beroda empat murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) turun 3%,” kata dia.

Pada periode ini, Toyota masih menjadi pemimpin pasar kendaraan beroda empat dengan penjualan 325.500 unit, turun dari 347.626 unit. Daihatsu berada di posisi kedua dengan penjualan 186.449 unit, kemudian Honda 147.002 unit, Mitsubishi 133.966 unit, dan Suzuki 109.698 unit. Mitsubishi bisa mencetak pertumbuhan penjualan 97%, berkat kehadiran Xpander.

Kiprah APM
Sementara itu, Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto memastikan Toyota akan melepas sekitar enam model gres tahun ini. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat membeli kendaraan beroda empat baru. Model gres yang dirilis terdiri atas versi perbaikan (improvement), minor change, sampai all new.

Hanya saja, Soerjo enggan menyebutkan nama-namanya, termasuk saat ditanya soal Avanza facelift. Dia hanya menyebutkan kendaraan beroda empat ini akan dirilis dalam waktu dekat.

Menurut dia, MPV masih akan menjadi varian yang paling banyak dibeli oleh masyarakat tahun ini. Sebab, calon pembeli di segmen inilah merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Alasan lainnya, kata Soerjo, forum keuangan akan semakin selektif pada 2019 untuk menghindarkan kredit macet (nonperforming loan/NPL). “Sepanjang 2018, penjualan LCGC turun sekitar 4-5%, alasannya ialah forum keuangan semakin selektif sehabis ada peningkatan NPL. Jadi, kalau melihat secara kelayakan (pemberian kredit), calon pembeli di segmen low MPV itu lebih tinggi (kelayakannya),” papar dia.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy enggan menanggapi kabar peluncuran Mobilio gres dan WR-V. Dia hanya menyatakan, All New Brio bakal tetap menjadi produk terlaris Honda pada 2019, sama mirip 2018.

All New Brio, kata dia, tidak hanya laku di kota besar mirip Jakarta, tetapi juga menjangkau tempat lain. November 2018, Brio anyar menjadi produk terlaris Honda dengan penjualan 8.152 unit atau 51% dari total penjualan sebanyak 15.845 unit.

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) juga enggan berkomentar soal kehadiran LMPV berbasis Xpander. Hana Maharani, kepala komunikasi NMI, menyatakan, pihaknya mempunyai planning jangka menengah sampai 2022, dengan kasar melepas model baru.

Hana enggan menyebutkan nama mobil-mobil gres yang bakal dilepas Nissan. Akan tetapi, dari laporan Nikkei, Nissan akan menjual LMPV berbasis Xpander tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here