Boochani, Migran Manus yang Menangi Hadiah Sastra

0
209
Boochani, Migran Manus Yang Menangi Hadiah Sastra
Boochani, Migran Manus Yang Menangi Hadiah Sastra

LEBIH CEPAT – Penderitaan dan keterbatasan tidak menghalangi orang untuk berkarya. Hal itu dibuktikan oleh laki-laki Kurdi berjulukan Behrouz Boochani yang ditahan di penjara lepas pantai, Pulau Manus. Pencari suaka asal Iran itu memenangi hadiah sastra atas karyanya yang ditulis lewat pesan teks.

Boochani tidak mampu mendapatkan penghargaan Hadiah Victoria untuk Sastra secara eksklusif di Melbourne alasannya adalah ia ditahan di Pulau Manus. Tapi ia berhak atas hadiah uang senilai US$ 73.000 atau Rp 1 miliar atas karya yang ditulisnya.

Hadiah sastra diperoleh Boochani lewat bukunya berjudul “No Friend but the Mountains: Writing from Manus Prison”. Karya sastra itu ditulis dalam bahasa Farsi dikala ia ditahan di sentra penahanan di Pulau Manus yang kini telah ditutup.

Karya goresan pena Boochani terdiri dari pesan teks yang sebagian besar dikirim melalui WhatsApp ke penerjemah. Buku itu juga dinilai sebagai buku non-fiksi terbaik.

Boochani telah tinggal di Pulau Manus semenjak 2013. Seperti semua tahanan lainnya, ia tidak diizinkan untuk pergi.

“Itu perasaan paradoks .Saya tidak ingin merayakan pencapaian ini sementara saya masih melihat banyak orang tak berdosa menderita di sekitar saya. Beri kami kebebasan. Kami tidak melaksanakan kejahatan, kami hanya mencari suaka,” kata Boochani kepada harian The Age.

Boochani melarikan diri dari Iran alasannya adalah ia dalam ancaman ditangkap oleh pihak berwenang atas pekerjaan jurnalismenya. Boochani berusaha mencapai Australia dengan kapal dari Indonesia sebanyak dua kali.

BACA JUGA:  12 Kali Remis, Final Catur Dunia Mungkin Butuh "Armageddon"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here