Anang Sangkal Makara Perumus Draf RUU Permusikan

0
148
Anang Sangkal Jadi Perumus Draf RUU Permusikan
Anang Sangkal Jadi Perumus Draf RUU Permusikan

LEBIH CEPAT – Musisi sekaligus anggota Komisi X dewan perwakilan rakyat Anang Hermansyah menyangkal kalau disebut sebagai perumus draf Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan. Hal itu disebutkan Anang dalam wawancara bersama penyanyi Anji di channel Youtube dunia Anji yang tayang Minggu (3/2).

Meski mengelak disebut sebagai perumus draf RUU, namun beliau mengaku sebagai salah satu yang mengusulkan. “Yang mengusulkan, yup. Karena ada badan, (draf RUU) diusulkan tubuh legislasi dan ada tubuh keahlian dewan yang khusus menyusun dan merencanakan rancangan ini. Aku salah satu orang yang diminta pendapat sebagai sumber, ada lagi sumber aspirasi dari konferensi musik yang di Ambon, yang (menghasilkan) 12 poin,” kata Anang dalam sesi wawancara berdurasi 22 menitan itu.

Deklarasi Ambon yang dimaksud yakni Deklarasi hasil Konferensi Musik Indonesia 2018 yang digelar bertepatan dengan Hari Musik Nasional 9 Maret 2018.

Selain merujuk hasil Deklarasi Ambon, draf RUU Permusikan juga dirumuskan menurut riset Badan Legislasi.

“Selain itu, Badan Legislasi melaksanakan perjalanan menyerap aspirasi dari salah satunya ISI (Institut Seni Indonesia), Bagong Kusudiarjo dan banyak lagi, masukan itulah yang jadi Draft RUU,” katanya dalam video yang hingga dikala ini sudah nyaris ditonton 37.000 orang tersebut.

Dalam wawancara itu Anang juga sempat menyinggung soal hebohnya draf RUU tersebut dan banyaknya tudingan terhadapnya.

“Nano-nano rasanya asam, manis, pahit. Tapi semua yang terjadi adaah masukan positif. Aku mendapatkan dengan baik dan itulah azas dari Undang-undang, maka disampaikan ke publik untuk dicermati, untuk diberikan masukan, mana yang penting dan yang tidak penting boleh didrop,” katanya.

Salah satu ketentuan yang kontroversi yakni Pasal 5 yang mengatur wacana larangan bagi para musisi, di antaranya larangan membawa imbas budaya barat yang negatif, merendahkan harkat dan martabat, menistakan agama, menciptakan konten pornografi hingga provokatif.

BACA JUGA:  Reza Rahadian Kewalahan Berakting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here