Kemperin Dorong Penyandang Disabilitas Bekerja di Industri

0
114
Kemperin Dorong Penyandang Disabilitas Bekerja Di Industri
Kemperin Dorong Penyandang Disabilitas Bekerja Di Industri

LEBIH CEPAT – Kementerian Peridustrian (Kemperin) menyampaikan, peluang kerja di industi bukan hanya untuk masyarakat yang mempunyai kelengkapan atau kesempurnaan fisik, tetapi juga mampu diisi oleh penyandang disabilitas.

Pada tanggal 31 Januari lalu, Kemperin bersama Kementerian Sosiai (Kemsos) telah membuka pendidikan dan latihan (diklat) sistem 3 in 1 bagi 268 penyandang disabilltas di bidang lndustri garmen dan ganjal yaki yang seluruhnya akan ditempatkan bekerja di 11 perusahaan.

“Kami menyambut baik peluncuran acara vokasi ini, pembukaan diklat sistem 3 in 1 juga diikuti 50 penyandang disabilitas yang akan ditempatkan bekerja di PT Pradipta Perkasa Makmur,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada peluncuran acara vokasi tahap ke-8 di Kawasan lndustri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Hal ini kata Menperin memperlihatkan bahwa penyandang disabilitas di industri tidak kalah dibanding masyarakat umum, sehingga semakin banyak perusahaan yang menawarkan kesempatan kerja.

Untuk itu, Kemperin mendorong perusahaan industri lainnya mampu membuka peluang kerja bagi para Penyandang disabilitas sesuai bidang yang mampu dilakukan. “Kemperin akan memfasilitasi training untuk pembekalan kompetensi,” kata Airlangga.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin Gati Wibawaningsih menyebutkan, pembukaan diklat sistem 3 in 1 kali ini diikuti sebanyak 280 orang. Mereka terdiri dari dikiat ganjal kaki oleh BPIPI Sidoarjo sebanyak 100 orang yang akan ditempatkan bekerja di PT PEI HAI Jombang dan PT SCP Jombang, masing-masing sebanyak 50 orang.

Diklat operator mesin industri garmen oleh BDI Surabaya sebanyak 80 orang yang akan ditempatkan di PT Sri Rejeki isman (Sritex) Sukoharjo, serta Diklat elektro oleh BDI Surabaya sebanyak 50 orang yang akan ditempatkan bekerja di PT YEMI Pasuruan.

Selanjutnya, diklat Operator Mesin Injeksi Alas Kaki khusus penyandang disabilitas oleh BDI Yogyakarta sebanyak 50 orang yang akan ditempatkan bekerja pada PT. Pradipta Perkasa Makmur, Jombang.

SDM Industri 4.0
Menperin mengemukakan, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu acara prioritas pemerintah sebab mampu memacu produktivtas dan daya saing sektor industri nasional semoga lebih kompetitif di kancah global. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making lndonesia 4.0.

BACA JUGA:  16 Tim Bersaing di Final Regional Milo Football Championship Makassar

Apalagi, lanjut Airlangga, Indonesia sedang menikmati bonus demografi hingga 10 tahun ke depan, dengan lebih banyak didominasi penduduk berada pada usia produktif. “Mereka ini harus menjadi aktor-aktor pembangunan atau biro perubahan, sehingga jangan hingga menjadi pengangguran yang justru akan membawa pengaruh sosial yang besar,” tegas Menperin.

Guna mengantisipasi persaingan global dan memanfaatkan bonus demografi, Kemperin berupaya membuat ekosistem yang mendukung pengembangan industri 4.0.

“Pemerintah telah memutuskan 10 jadwal prioritas Making lndonesia 4.0, salah satunya penguatan kualitas SDM melalui redesain kurikulum pendidikan yang diadaptasi dengan kebutuhan industri di kurun industri 4.0 serta acara talent mobility untuk profesional,” kata Airlangga.

Dari pelaksanaan acara pedidikan vokasi link and match Sekolah Menengah kejuruan dengan industri, telah tersusun 34 acara studi yang sesuai kebutuhan industri ketika ini, di antaranya teknik kendaraan ringan, teknik mesin, instalasi listrik, teknik pengelasan, kimia industri, kimia analisis, otomasi industri, konstruksi kapal baja, teknik alat berat, pengecoran logam, perbaikan bodi otomotif, dan kelistrikan kapal.

Selanjunya, teknik pembuatan benang, pembuatan kain, penyempurnaan tekstil, produksi pakaian jadi atau garmen, teknik furnitur, gambar mesin, fabrikasl logam, kontrol proses, dan pelayanan produksl.

Kemperin juga sedang memfasilitasi pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta dan sentra training bidang teknologi isu (big data center and analytic) di Balai Diklat lndustri (BDI) Denpasar. ”Kami juga membangun pilot project mini plant industry 4.0 pada tiga Politeknik Kemperin, adalah Politeknik STIT Bandung, Politeknik AT] Makassar, dan Politeknik ATK Yogyakarta,” ujar Menperin.

Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin optimistis memasang sasaran pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,4 persen pada tahun 2019. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri kuliner dan minuman (9,86 persen), permesinan (7 persen), tekstil dan pakaian jadi (5,61 persen), serta kulit barang dari kulit dan ganjal kaki (5,40 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here