Tiga Orang Kaprikornus Tersangka Perusak dan Pencuri Barang Bukti Kasus Bola

0
215
Satgas Anti Mafia Bola Bersiap Melakukan Penggeledahan Di Kantor PT Liga Indonesia Di Kawasan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (1/2/2019).
Satgas Anti Mafia Bola Bersiap Melakukan Penggeledahan Di Kantor PT Liga Indonesia Di Kawasan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

LEBIH CEPAT – Satgas Antimafia Bola memutuskan tiga orang tersangka pencurian dan perusakan barang bukti di kantor Komdis PSSI di Jalan Rasuna timur Menteng Atas Setia Budi Jakarta Selatan.

Mereka ialah Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Mereka disangka gotong royong melaksanakan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki daerah dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti.

“Lokasi itu bahu-membahu telah dipasang police line (namun dirusak dan dicuri tersangka). Ini melanggar Pasal 363 dan atau Pasal 235 kitab undang-undang hukum pidana dan atau Pasal 233 kitab undang-undang hukum pidana dan atau Pasal 232 kitab undang-undang hukum pidana dan atau Pasal 221 kitab undang-undang hukum pidana jo Pasal 55 KUHP. Tersangka tidak ditahan dengan pertimbangan kooperatif dikala pemeriksaan,” kata Karo Penum Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo Sabtu (9/2).

Pernyataan Dedi ini bahu-membahu menjawab pertanyaan menyusul gosip yang sebelumnya beredar di kalangan wartawan Mabes Polri. Isi gosip itu ialah laporan kepada Kasatgas Antimafia Bola dari Kasubsatgas Antimafia Bola.

Dalam gosip itu disebut penetapan tiga tersangka sehabis polisi menyelidiki sejumlah saksi. Yakni Edi Sujarwo (sekuriti apartemen Taman Rasuna) yang melihat ada dua orang memasuki lobi Tower 9 Apartemen Taman Rasuna dengan tangan kosong dan keluar dengan membawa sejumlah barang.

Lalu saksi Mohamad Subekti (staf keuangan Persija) yang mengetahui gosip dari Muhammad Mardani bahwa laptop dan recorder CCTV yang merupakan inventaris PT Persija sudah diambil Muhammad Mardani.

Juga saksi Muhamad Tri Nursalim (office boy PT Persija) yang mengetahui bahwa Muhammad Mardani dan Musmuliadi memasuki kantor Komdis PSSI yang sudah diberi garis polisi.

BACA JUGA:  Militer Sri Lanka: Ancaman Serangan Militan Berhasil Dicegah

Dalam gosip itu ditulis kalau Musmuliadi bersama dengan Muhammad Mardani—yang sudah jadi tersangka— memasuki Komdis PSSI dengan cara membongkar kanal masuk lain menuju TKP.

Mereka, masih kata gosip itu, diperintah Joko Driyono untuk mengambil recorder CCTV, laptop inventaris beberapa dokumen dan HP milik Joko. Muhammad Mardani ialah sopir Joko Driyono.

Sedangkan tersangka Abdul Gofur—masih berdasarkan gosip itu—adalah office boy yang berperan sebagai penyimpan recorder CCTV dan laptop inventaris milik PT Persija serta beberapa dokumen dan HP serta laptop milik Joko Driyono.

“Berita (info) yang beredar itu tidak terkonfirmasi kebenarannya. Yang benar terkonfirmasi hanyalah penyidik Satgas Antimafia Bola telah memutuskan tersangka tiga orang,” kilah Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here