Peran Bank BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah

0
132
Peran Bank BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah
Peran Bank BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah

LEBIH CEPAT – Pada 9 Februari 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memasuki usia ke-69 tahun. Dalam usia tersebut, Bank BTN makin kokoh sebagai bank yang fokus terhadap pembiayaan perumahan.

Peran Bank BTN juga telah diakui banyak pihak dalam menyukseskan acara sejuta rumah yang digagas pemerintah pada 2015 lalu. Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sampai 26 November 2018 sasaran acara sejuta rumah telah menembus 1,1 juta unit. Adapun bantuan Bank BTN dalam acara sejuta rumah tahun kemudian mencapai 757.000 unit.

Pencapaian tersebut berhasil diraih Bank BTN dengan melaksanakan banyak sekali penemuan termasuk menggelar transformasi digital. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan.

Dari segi sumber pembiayaan, Bank BTN menggelar transformasi digital untuk meningkatkan penghimpunan DPK. Selain itu, perseroan juga terus proaktif menerbitkan obligasi, Negotiable Certificate of Deposit (NCD) dan melaksanakan sekuritisasi asset.

Di sisi pasokan rumah, Bank BTN juga terus berperan meningkatkan ketersediaan rumah. Berbagai agresi dilakukan mulai dari pemberian pembiayaan pembebasan lahan, pembiayaan pembangunan perumahan, sampai bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk mencetak pengembang handal.

Bagaimana dengan tahun ini? Direktur Utama Bank BTN Maryono optimistis dengan sasaran yang lebih besar lagi. Tidak tanggung-tanggung meski berada di tahun politik, Bank BTN menargetkan bisa berkontribusi terhadap acara sejuta rumah sekitar 850.000 unit.

“69 Tahun BTN yang jatuh pada Februari tahun ini akan menjadi moment penting alasannya semenjak 2015 sampai 2018 total kredit yang kita salurkan dalam acara sejuta rumah sudah mencapai lebih Rp.250 Triliun untuk mendukung lebih dari 2.500.000 unit rumah,” terang Maryono.

Menurut dia, potensi pasar perumahan khususnya menengah ke bawah masih sangat tinggi. Untuk itu tidak heran jikalau Bank BTN terus merambah banyak sekali kalangan baik yang formal maupun informal biar bisa menyukseskan acara sejuta rumah. Peluang yang juga tak kalah besar yakni kaum milenial untuk disasar dalam pembiayaan perumahan.

“Potensi dan peluang pasar yang besar ini, menciptakan kami bersemangat untuk menjalankan tugas yang lebih besar lagi dalam acara sejuta rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut Maryono menuturkan, untuk mencapai sasaran tahun ini, perseroan telah memutuskan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat bantuan pertumbuhan KPR Subsidi (SSB, FLPP, BP2BT dan TAPERA), meningkatkan pertumbuhan KPR Non Subsidi dengan denah KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat tugas BTN HFC dan berbagi inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis developer hunian bersubsidi.

BACA JUGA:  Tiket Indonesia Terbuka 2019 Diserbu Masyarakat

Selain itu, BTN juga akan melaksanakan streamlined proses penyaluran KPR Subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar pulau Jawa dan berbagi model bisnis untuk konsumen mass informal.

Maryono menuturkan, untuk mendukung capaian tersebut, perseroan akan mengimplementasikan struktur organisasi yang agile, dengan streamline tugas Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang.

Kemudian mempercepat proses bisnis (kredit dan pembukaan rekening dana) melalui Roll-Out inisiatif Business Process Improvement (BPI) dan meningkatkan produktivitas tenaga penjual di Kantor Cabang dan Outlet dengan mengimplementasikan inisiatif Branch Activity.

“Sebagai integrator acara pemerintah dalam mengurusi rumah rakyat, kami tetap menjadi pemain film utama dalam acara sejuta rumah yang diinisiasi oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut. Ini merupakan derma sekaligus janji perseroan terhadap acara pemerintah,” kata Maryono.

Peran Bank BTN dalam menyukseskan acara sejuta rumah telah diakui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski kontribusinya telah besar, namun Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.

Mendorong Bank BTN biar menaikkan sasaran penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) baik subsidi maupun non-subsidi. Hal ini dimaksudkan biar tugas Bank BTN lebih besar lagi dalam membantu pemerintah mengurangi backlog perumahan yang mencapai sekitar 11 juta unit.

Gatot mengaku akan menunjukkan derma penuh terhadap Bank BTN biar bisa memperbesar kapasitasnya menjadi dua kali lipat atau tiga kali lipat. “Rencana kita akan menunjukkan derma apapun untuk BTN. Masalah backlog perumahan yang ada harus kita tutup, backlog 11 juta unit tambah kebutuhan untuk generasi milenial 70 juta. Ini merupakan pangsa pasar yang luar biasa untuk BTN,” kata Gatot.

Menurut Gatot, biar kapasitas BTN bisa lebih besar lagi, maka BTN harus berlari kencang, sehingga tidak ketinggalan dengan yang lain. Untuk itu, Kementerian BUMN berencana meningkatkan ekuitas Bank BTN biar sanggup berperan lebih besar dalam mendukung acara pemerintah sejuta rumah sekaligus mengurangi backlog perumahan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here