Petani Mulai Kenal Asuransi Pertanian

0
131
Petani Mulai Kenal Asuransi Pertanian
Petani Mulai Kenal Asuransi Pertanian

LEBIH CEPAT – Petani Indonesia mulai terbiasa dan mengenal asuransi pertanian. Salah satunya di Kabupaten Lamongan. Di salah satu kota di Jawa Timur ini, luas lahan sawah yang diasuransikan makin meningkat.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura (TPHP) Lamongan, Rujito mengatakan, sepanjang ekspresi dominan tanam Oktober 2017-Maret 2018, luas lahan pertanian yang diasuransikan melalui acara Pengembangan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mencapai 43.000 hektare (ha).

Dari jumlah areal tersebut, klaim yang dibayarkan di ekspresi dominan tanam itu mencapai Rp 712 juta. Klaim tersebut dibayarkan sehabis melalui survei kerusakan yang dilakukan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) selaku pelaksana acara ini.

“Pada ekspresi dominan tanam pertama dan kedua 2018, lahan pertanian yang diasuransikan meningkat menjadi seluas 136.103 ha. Biasanya petani hanya pada ekspresi dominan tertentu mengasuransikan lahan pertaniannya. Seperti bila dirasa akan terjadi banjir atau serangan hama,” ujar Rujito.

Dia menyambut nyata dengan makin banyaknya lahan pertanian di Lamongan yang diasuransikan. Asuransi ini sebagai bab dari prinsip petani modern untuk mengantisipasi risiko gagalnya pertanian akhir musibah atau serangan hama.

“Ini mampu membentengi petani untuk berhutang kepada tengkulak bila mereka mengalami gagal panen,” ujarnya.

Dia menjelaskan, lahan pertanian yang mampu diklaimkan harus mempunyai kerusakan minimal 75%. Kerusakan atau gagal panen tersebut mampu dikarenakan hama, baik itu tikus atau wereng, serta musibah banjir maupun kekeringan.

Petani yang ingin mengasuransikan lahan pertaniannya mampu mendaftar pada Dinas TPHP dengan membayar Rp 36.000 tiap ekspresi dominan tanam. Setelah premi dibayarkan akan keluar polis yang berlaku selama satu ekspresi dominan tanam, yakni 4 bulan.

Premi yang dibayarkan ini mampu sangat rendah alasannya yaitu menerima subsidi dari pemerintah. Dari nilai premi yang seharusnya Rp180.000/ha, sebesar 80% ditanggung pemerintah.

BACA JUGA:  Kenapa Jokowi Ma'ruf Berbicara dari Kampung Deret? Ini Alasannya!

Harga pertanggungan yang akan diterima petani bila sawahnya mengalami 100% kerusakan yaitu sebesar Rp 6 juta/ha. Jika tidak terjadi kerusakan, maka premi senilai dua bungkus rokok tersebut hangus.

Pada 2019 ini targetnya 50.000 ha luas lahan pertanian ikut diasuransikan. Saat ini Dinas TPHP masih menunggu daftar luas lahan yang disetujui oleh PT Jasindo.

Di daerah berbeda, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kemtan Sarwo Edhy mengatakan, ke depan peminat asuransi pertanian akan terus meningkat. Apalagi, ketika ini sudah ada Sistem Indivasi Asuransi Pertanian (SIAP), sebuah aplikasi registrasi penerima asuransi pertanian secara daring.

Menurutnya, penggunaan aplikasi teknologi isu untuk registrasi penerima asuransi sangatlah penting. Hal ini terutama amat berlaku untuk meningkatkan ketertiban manajemen serta transparansi dalam kepesertaan petani.

“Dengan aplikasi SIAP, proses registrasi semakin cepat dan mudah. Administrasinya juga akan lebih tertib dan penerima asuransi mampu memantau langsung,” ujar Sarwo Edhy.

Hadirnya sistem aplikasi registrasi penerima asuransi memakai teknologi isu ini dibutuhkan mampu lekas diterapkan dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan mirip para petugas dinas kabupaten/kota serta penyuluh.

“Mengingat zaman ini sudah semakin canggih, sehingga proses registrasi mampu berjalan dengan cepat. Keikutsertaan petani semakin bertambah banyak,” kata Sarwo Edhy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here