Bocorkan Data Ribuan Pengidap HIV, Warga AS Diburu Singapura

0
53
Peserta Mengikuti Parade Budaya Dalam Rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia Di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018)
Peserta Mengikuti Parade Budaya Dalam Rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia Di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018)

LEBIH CEPAT – Singapura bertekad untuk menangkap dan mengadili seorang warga negara Amerika Serikat yang dituduh membocorkan data ribuan orang pengidap HIV yang dimiliki Kementerian Kesehatan.

Bulan lalu, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa info diam-diam perihal 14.200 orang yang didiagnosa mengidap virus penyebab AIDS itu telah bocor di internet. Sebagian besar nama itu yaitu warga asing.

Tersangka pembocor yaitu Mikhy Farrera Brochez, pengidap HIV yang pernah tinggal di Singapura. Dia diyakini menerima data itu dari pasangannya, seorang dokter Singapura yang punya saluran ke daftar pengidap HIV di kementerian.

Data yang bocor meliputi nama dan alamat pengidap HIV, dan telah menjadikan kemarahan di kalangan komunitas LGBT dan LSM yang terlibat memerangi AIDS.

Dalam pernyataannya di parlemen, Selasa (12/2), Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong menyampaikan perilisan data itu merupakan tindakan tidak bertanggung jawab dan otoritas Singapura akan melaksanakan semuanya untuk membawa tersangka kembali ke Singapura.

“Brochez dikala ini masih diselidiki polisi alasannya banyak sekali pelanggaran,” kata Gan.

“Kepolisian kita sudah menghubungi kepolisian Amerika dan meminta pertolongan mereka untuk mengusut Brochez. Polisi akan memakai semua cara yang ada untuk membawa Brochez ke pengadilan.”

Singapura dan Amerika Serikat mempunyai perjanjian ekstradisi.

Brochez pernah dipenjara di Singapura pada 2016 alasannya berbohong soal status HIV-nya, juga alasannya pidana narkoba dan penipuan. Setelah bebas, ia dideportasi ke AS pada 2018.

Media setempat menyebutkan alamat terakhirnya di Clark County, Kentucky.

Gan menyampaikan pegawapemerintah ketika itu tidak mengetahui bahwa Brochez mempunyai data HIV, dan membantah kementeriannya mencoba menutupi masalah tersebut.

Dia menambahkan pihaknya bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menghalangi saluran online pada data tersebut dan mengawasi internet untuk mencegah unggahan ulang.

BACA JUGA:  Garuda Diskon Harga Tiket Hingga 50%

Namun, ia mengingatkan mampu saja Brochez mempunyai data lain.

Selama bertahun-tahun, warga ajaib pengidap HIV dihentikan menginjakkan kaki di Singapura sama sekali. Pada 2015, Singapura membolehkan pengidap HIV untuk kunjungan singkat, tetapi mereka yang mencari kerja harus lulus tes khusus.

Tahun lalu, data kesehatan sekitar 1,5 juta warga Singapura juga diretas dan bocor di internet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here