Menkominfo Sebut Layanan Fintech P2P Lending Salah Sasaran

0
57
Menkominfo Sebut Layanan Fintech P2P Lending Salah Sasaran
Menkominfo Sebut Layanan Fintech P2P Lending Salah Sasaran

LEBIH CEPAT – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengkritisi model bisnis yang selama ini dijalankan perusahaan financial technology (fintech), terutama penyedia layanan peer-to-peer lending (P2P). Pasalnya layanan tersebut belum secara optimal membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia yang ditargetkan mencapai 75% pada 2019.

“Fintech ini kan harusnya menjadi alat untuk meningkatkan inklusi keuangan, menyasar yang unbanked, ke masyarakat yang tidak punya jalan masuk terhadap layanan perbankan,” kata Rudiantara, di program seminar nasional Fintech Syariah.

Menurut Rudiantara, yang terjadi ketika ini ialah fintech P2P lending justru menyasar existing market atau masyarakat yang sudah mempunyai jalan masuk terhadap layanan perbankan.

“Fintech harusnya menyasar ke masyarakat yang belum terjamah layanan keuangan. Tetapi yang disasar malah existing market dan existing produk, di mana syarat (mendapatkan pinjaman) salah satunya ialah harus punya rekening bank. Padahal jikalau sudah punya rekening, berarti kan ia bukan unbanked, lagi alasannya sudah punya jalan masuk ke perbankan,” kata menteri yang bersahabat disapa Chief RA tersebut.

Karenanya, Rudiantara berharap semoga fintech juga menyasar masyarakat di kawasan 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar yang belum tersentuh layanan perbankan. Dari sisi infrastruktur internet, Rudiantara menyampaikan pemerintah juga telah menyediakan jalan masuk pitalebar (broadband) di Indonesia melalui proyek Pala Ring, sehingga masyarakat mampu dengan gampang mengakses layanan fintech melalui smartphone mereka.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun satelit sendiri dengan teknologi internet berkecepatan tinggi yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2022. Sambil menunggu satelit tersebut beroperasi, Pemerintah akan menyewa satelit lain yang juga mempunyai teknologi serupa.

Sebagai informasi, dari data yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga dengan 1 Februari 2019, total jumlah penyelenggara fintech P2P lending terdaftar dan berizin ialah sebanyak 99 perusahaan.

BACA JUGA:  Kapal Yunani dan Malaysia Bertabrakan di Perairan Malaysia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here