ESDM Tetapkan Alokasi Batu Bara Dalam Negeri 128 Juta Ton

0
6
ESDM Tetapkan Alokasi Batu Bara Dalam Negeri 128 Juta Ton
ESDM Tetapkan Alokasi Batu Bara Dalam Negeri 128 Juta Ton

LEBIH CEPAT – Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) memutuskan alokasi kerikil bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) 2019 sebesar 128 juta ton. Volume tersebut lebih tinggi ketimbang kuota periode sebelumnya sebesar 121 juta ton. Adapun sasaran produksi kerikil bara tahun ini mencapai 490 juta ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, alokasi kerikil bara dalam negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. “Untuk tahun ini DMO ditetapkan sebesar 128 juta ton,” kata Agung di Jakarta, Rabu (13/2).

Agung menuturkan, kerikil bara dalam negeri diserap dominan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Tahun ini alokasi untuk pembangkit listrik mencapai 95,7 juta ton. Sementara sisanya diserap oleh industri lain mirip semen, pupuk maupun tekstil dan beriket. “Pelaku perjuangan wajib mengalokasikan 25 persen produksinya untuk DMO,” ujarnya.

Kuota kerikil bara dalam negeri ditetapkan sebesar 25 persen dari produksi setiap tahun. Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) diwajibkan menyisihkan 25 persen produksinya untuk alokasi DMO.

Bahkan, dalam Keputusan Menteri ESDM No. 23 K/30/MEM/2018 ditegaskan mengenai alokasi bagi pembangkit listrik. Dalam beleid ini pun diterapkan hukuman pembiasaan tingkat produksi 2019 bagi perusahaan yang tidak mampu memenuhi ketentuan DMO di 2018. Jumlahnya produksi yang disetujui maksimal empat kali lipat dari total realisasi volume DMO sepanjang tahun ini.

Sanksi ini sudah diterapkan pada tahun ini. Tercatat sebanyak 34 perusahaan yang belum memenuhi DMO. Pasalnya dari 121 juta ton sasaran DMO, hanya tercapai 115 juta ton. Adapun rinciannya untuk pembangkit listrik 91,14 juta ton, metalurgi 1,75 juta ton, semen, tekstil, pupuk dan kertas sebesar 22,18 juta ton. Selain itu, untuk briket sebesar 0,01 juta.

BACA JUGA:  Kubah Lava Merapi Terus Tumbuh

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot sebelumnya mengatakan, sasaran produksi 490 juta ton tahun ini sudah termasuk dengan hukuman pembatasan produksi. “Kalau enggak ada hukuman mampu lebih 490 juta ton,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here