Arab Saudi Masuk Daftar Hitam Pendanaan Teroris

0
26
Arab Saudi Masuk Daftar Hitam Pendanaan Teroris
Arab Saudi Masuk Daftar Hitam Pendanaan Teroris

LEBIH CEPAT – Arab Saudi masuk daftar hitam negara-negara yang lemah dalam pengawasan pendanaan teroris dan tindak pidana pembersihan uang.

Pengumuman itu, disampaikan Komisi Eropa, dalam pernyataan resmi, pada Kamis (14/2). Komisi Eropa menambahkan tujuh negara, termasuk Arab Saudi, Panama, dan Nigeria, ke dalam daftar hitam tersebut, menyusul 16 negara lainnya. Dengan demikian, ada 23 negara yang dinilai Komisi Eropa masuk daftar hitam terkait pendanaan teroris dan pembersihan uang.

Komisi Eropa menyatakan pihaknya menambahkan yurisdiksi, yaitu kekurangan stategi dalam kerangka pendanaan untuk melawan teroris dan anti-pencucian uang. Langkah itu merupakan bab dari tindakan keras melawan pembersihan uang sehabis beberapa skandal menimpa bank-bank Uni Eropa (UE) dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami telah memutuskan standar anti-pencucian uang terkuat di dunia, tapi kami harus memastikan bahwa uang kotor dari negara-negara lain tidak menemukan jalannya ke sistem keuangan kami. Uang kotor ialah urat nadi dari kejahatan terorganisasi dan terorisme,” kata Komisioner Eropa untuk Keadilan, Vera Jourova, dalam pernyataannya.

Namun, hal itu memicu kritik dari sejumlah negara UE yang mengkhawatirkan kekerabatan ekonomi mereka dengan negara-negara dalam daftar tersebut, khusus Arab Saudi. UE yang terdiri dari 28 negara mempunyai waktu satu bulan, yang mampu diperpanjang menjadi dua bulan, untuk mengesahkan daftar itu. Mereka juga mampu menolak lewat secara umum dikuasai yang memenuhi syarat.

Jourova, yang mengajukan daftar itu, dalam konferensi pers di Srasbourg, mengaku yakin bahwa negara-negara UE tidak akan memblokir daftar tersebut. Pencantuman nama-nama negara dalam daftar itu tidak memicu hukuman apa pun, tapi mewajibkan bank-bank Eropa untuk melaksanakan kontrol lebih ketat atas transaksi-transaksi dengan para pelanggan dan institusi-institusi dari negara-negara itu.

BACA JUGA:  Avanza Masih Dominasi Pasar Mobil Bekas

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Saudi Press Agency (SPA), Kamis (14/2), Riyadh menyatakan menolak keputusan komisi untuk memasukkan kerajaannya ke dalam daftar tersebut.

“Komitmen Arab Saudi untuk melawan pembersihan uang dan pendanaan teroris ialah prioritas strategis dan kami akan terus menyebarkan dan meningkatkan hukum dan kerangka legislatif untuk mencapai tujuan ini,” sebut pernyataan Menteri Keuangan Saudi Mohammed al-Jadaan.

Dalam dafar ini juga ditambahkan Libia, Botswana, Ghana, Samoa, Bahama, dan empat wilayah Amerika Serikat (AS) yaitu Samoa Amerika, Kepulauan Virgin AS, Puerto Rico, dan Guam. Daftar negara lainnya ialah Afghanistan, Korea Utara, Ethiopia, Iran, Irak, Pakistan, Sri Lanka, Suriah, Trinidad dan Tobago, Tunisia, dan Yaman. Sedangkan, Bosnia Herzegovina, Guyana, Laos, Uganda, dan Vanuatu, telah dihapuskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here