Penyidik Tunggu Hasil Pemeriksaan Psikologi Pemuda Banting Motor

0
186
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan (tengah) Didampingi Kasatlantas AKP Lulu Hedwin (kanan) Menunjukan Barang Bukti Bagian Motor Yang Dirusak Pemiliknya Saat Dilakukan Penilangan Di Mapolres Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/2/2019). Kepolisian Sektor Tangerang Selatan Menetapkan AS (21) Sebagai Tersangka Pengrusakan Dan Pemalsuan Dokumen Kendaraan Bermotor,AS Merupakan Remaja Yang Menghancurkan Motor Miliknya Sendiri Karena Tidak Terima Ditilang Polantas Tangsel.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan (tengah) Didampingi Kasatlantas AKP Lulu Hedwin (kanan) Menunjukan Barang Bukti Bagian Motor Yang Dirusak Pemiliknya Saat Dilakukan Penilangan Di Mapolres Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/2/2019). Kepolisian Sektor Tangerang Selatan Menetapkan AS (21) Sebagai Tersangka Pengrusakan Dan Pemalsuan Dokumen Kendaraan Bermotor,AS Merupakan Remaja Yang Menghancurkan Motor Miliknya Sendiri Karena Tidak Terima Ditilang Polantas Tangsel.

LEBIH CEPAT – Tersangka Adi Saputra, cowok yang membanting sepeda motornya di depan polantas, telah simpulan menjalani serangkaian investigasi psikologi di Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya. Saat ini, penyidik masih menunggu hasilnya.

“Sudah simpulan investigasi psikologinya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Alexander.

Penyidik membawa Adi menjalani investigasi psikologi untuk memastikan kejiwaan yang bersangkutan di Polda Metro Jaya, semenjak Selasa (12/2). Alexander memberikan penyidik ketika ini sedang menunggu hasil investigasi psikologinya.

“Penyidik masih menunggu hasil resmi investigasi psikologis dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, tindakan Adi merusak sepeda motornya di depan Polantas yang menilangnya, di Jalan Letnan Soetopo (Depan Pasar Modern BSD) Serpong, Kota Tangerang Selatan, berujung pidana.

Pemuda yang berprofesi sebagai pedagang kopi itu ditangkap polisi terkait tindak pidana penadahan sebab membeli motor hasil penipuan dan penggelapan, menciptakan surat palsu, hingga menghancurkan barang bukti di depan petugas yang berwenang.

Adi dijerat Pasal 263 kitab undang-undang hukum pidana dan atau Pasal 372 kitab undang-undang hukum pidana dan atau pasal 378 kitab undang-undang hukum pidana Juncto Pasal 480 kitab undang-undang hukum pidana dan atau Pasal 233 KUHPdan atau Pasal 406 KUHP, dengan bahaya eksekusi hingga 6 tahun penjara.

Selain itu, Adi juga melanggar Pasal 281 dan 288 ayat (1) dan 280 dan 291 ayat (1) dan ayat (2) dan 282 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 ihwal Lalu Lintas, karena tidak mempunyai SIM ketika berkendara, berkendara tidak dilengkapi dengan STNK, tidak memasang nomor polisi kendaraan yang sesuai, tidak menggunakan helm SNI, membiarkan penumpang tidak menggunakan helm sebagaimana mestinya, dan tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas kepolisian.

BACA JUGA:  Suatu Saat Sancho Akan Tinggalkan Dortmund

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here