Polresta Yogyakarta Temukan Ladang Ganja di Waduk Jatiluhur

0
193
Polresta Yogyakarta Temukan Ladang Ganja Di Waduk Jatiluhur
Polresta Yogyakarta Temukan Ladang Ganja Di Waduk Jatiluhur

LEBIH CEPAT – Satuan Resnarkoba Polresta Yogyakarta mencari ladang ganja hingga lahan Perhutani wilayah Sukasari, Purwakarta, Jawa Barat, berdasar pengembangan perkara tertangkapnya Arifin Setyo Nugroho (22) asal Sleman pada Rabu, (13/2/2019) lalu. Arifin menerima barang haram dari seorang kurir ganja berjulukan Yowan Aditya Witoelar di wilayah Klari, Karawang, Jawa Barat.

Menurut Kabid Humas Polda DI Yogyakarta, AKBP Yulianto, didampingi Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Pol Armaini, Senin (18/2/2019), Polresta Yogyakarta menuju Purwakarta, Jawa Barat dan mendapati 1.083 batang pohon ganja yang ditanam di polibag di lahan Perhutani.

Dalam satu polibag, berisi antara dua hingga tiga batang dengan tinggi bervariasi. Temuan ladang ganja yang berlokasi di bersahabat Waduk Jatiluhur, Purwakarta tersebut merupakan temuan besar.

Dikatakan Yulianto, temuan itu berhasil diungkap berkat kolaborasi antara jajaran satuan reserse narkoba Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dengan Polres dan Kodim Purwakarta.

Diketahui, awal mula pengungkapan ladang ganja itu bermula dari penangkapan Arifin, dan dari tangan Yowan tidak ditemukan ganja namun petugas mendapati sebuah transaksi mencurigakan di handphone miliknya.

Yowan menerima paket ganja dari seorang sahabat masa kecilnya, seorang petani, berjulukan Erwin Yulistiadi. Ketika dilakukan penyelidikan, Erwin berhasil ditangkap pada 16 Februari 2019. Dari tangan yang bersangkutan, petugas berhasil mengamankan puluhan paket ganja siap edar.

Tak hanya itu, dikala diinterogasi di hadapan petugas, lelaki berusia 42 tahun itu mengakui bahwa dirinya mempunyai ladang ganja di wilayah Sukasari, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam pengesahan di hadapan petugas, Erwin mengakui telah tiga kali panen dan menjual barang haram tersebut dalam bentuk paket kepada rekannya, Yowan.

Sementara Yowan, yang juga telah diciduk oleh petugas tidak membantah dan membenarkan telah membeli ganja dari Erwin dalam bentuk paket seharga Rp 4 juta. Paket ganja itu, diakui ia dijual kepada Arifin Setyo Nugroho, di Yogyakarta.

BACA JUGA:  Gavin Kwan Gantikan Novri di Timnas Indonesia

“Saya membeli 120 paket. Saya jual dengan harga Rp 200.000 per tiga paket,”kata Arifin.

Selain 1.083 batang pohon ganja, dalam pengusutan perkara tersebut, petugas Polresta Yogyakarta juga telah mengamankan sejumlah barang bukti lain. Di antaranya 101 bungkus kertas koran ukuran kecil isi ganja dengan berat sekitar 258,72 gram.

Satu buah gelas plastik isi dua putung ganja berat 0,26 gram, lima lembar uang bagian Rp 50.000 dan dua buah handphone.

Arifin dan Yowan disangkakan pasal 114ayat 1 Jo Pasal 11 Ayat 1 UU RINo 35 tahun 2009 wacana Narkotika, dengan bahaya eksekusi maksimal 20 tahun penjara dan dengan denda Rp 10 Miliar.

Sedangkan Erwin, dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 11 Ayat 1 UU RINo 35 tahun 2009 wacana narkotika, dengan bahaya eksekusi maksimal penjara seumur hidup dan denda Rp 13 Miliar.

Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Pol Armaini menjelaskan bahwa melalui penangkapan tersebut, setidaknya satu jaringan peredaran ganja sudah mampu terputus.

“Minimal satu jaringan sudah terputus. Satu jaringan itu kan dari penanamnya, kemudian ada penampungnya, dari penampung nanti masih ada pengedar, dari pengedar ini mampu jadi ada pengedar lain, dan alhasil gres hingga ke konsumen,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here