Setnov Perintahkan Anaknya Belajar ke Terpidana Suap

0
83
Setnov Perintahkan Anaknya Belajar Ke Terpidana Suap
Setnov Perintahkan Anaknya Belajar Ke Terpidana Suap

LEBIH CEPAT – Mantan Ketua dewan perwakilan rakyat dan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengklaim ‎memerintahkan anaknya, Rheza Herwindo untuk berguru ekspor-impor kepada pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Menurut Novanto, Kotjo yang sekarang menjadi terpidana suap proyek PLTU Riau-1 itu merupakan sosok pengusaha yang sukses. Pernyataan ini disampaikan Novanto menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengonfirmasinya mengenai keikutsertaan Rheza Herwindo ‎dalam pertemuan di Hotel Fairmont dengan Kotjo dan Wakil Ketua Komisi VII dewan perwakilan rakyat RI, Eni Maulani Saragih terkait proyek PLTU Riau-1.

“Anak saya, aku suruh berguru dengan Kotjo, ‘Tjo jikalau mampu ajarin‎ mengenai ekspor impor sebab ingin belajar’,” kata Novanto bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa mantan Sekjen Golkar sekaligus mantan Menteri Sosial, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/2).

Setnov, sapaan Novanto, mengatakan, Rheza sudah kenal akrab dengan James Rijanto, Dirut PT Samantaka Batubara yang juga saudara Kotjo. Untuk itu, katanya, James kerap mengajak Rheza untuk bertemu dengan Kotjo.

“Kebetulan ia (Kotjo) punya saudara namanya James, terus dengan James lah ia diajak berguru administrasi dan itu, jikalau enggak salah berdasarkan anak aku sebulan sekali belajar,” katanya.

Novanto membantah kehadiran anaknya dalam pertemuan di Hotel Fairmont itu untuk membantu Kotjo memuluskan proyek PLTU Riau-1.

“Enggak. Karena waktu aku tanya kemarin, ‘kamu ke Fairmont ikut ga?’. ‘Oh iya ikut sebentar, diajak sama James, aku nggak ikut lama, keluar sebab ada janji‎’. Itu dongeng anak saya,” klaimnya

Diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan eksekusi 2 tahun 8 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Kotjo. Majelis Hakim menyatakan Johannes Kotjo terbukti bersalah telah menyuap Eni Saragih dan Idrus Marham terkait proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU verbal tambang Riau-1. Sementara, Jaksa Penuntut KPK menuntut Eni Saragih dieksekusi 8 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Jaksa juga meminta Majelis Hakim untuk mencabut hak politik Eni Saragih. Jaksa meyakini Eni Saragih bersalah mendapatkan suap sebesar Rp 4,75 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kolaborasi proyek PLTU Riau-1.‎ Selain itu, Eni juga diyakini telah mendapatkan gratifikasi dari sejumlah pengusaha yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas). Sedangkan Idrus Marham didakwa mendapatkan suap dari Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1.

BACA JUGA:  PDIP Bogor Akan Kerja Keras Menangkan Jokowi-Ma'ruf 55%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here