Wali Kota Bogor Ajak Umat Kristen Aktif dalam Pemilu 2019

0
198
Wali Kota Bogor Ajak Umat Katolik Aktif Dalam Pemilu 2019
Wali Kota Bogor Ajak Umat Katolik Aktif Dalam Pemilu 2019

LEBIH CEPAT – Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi pembicara dalam seminar bertajuk ‘Menjadi Warga Negara Cerdas’ yang digelar Pemuda Kristen Kota Bogor di Gedung Paroki St. Fransiskus Asisi, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kota Bogor, Minggu (24/2/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya mengajak umat Kristen di Kota Bogor, khususnya para pemudanya, untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi pada 17 April 2019 mendatang.

“Suara Anda sangat menentukan. Jangan hingga kebersamaan yang telah kita nikmati ini dikoyak hanya untuk kepentingan politik sesaat. Pilihlah pemimpin yang cerdas, yang menguasai dilema dan paling utama yaitu menentukan pemimpin yang bersenjatakan hati nurani,” ungkap Bima.

Di kurun demokrasi ini, kata Bima, kesempatan dan tantangan utamanya yaitu masyarakat semua diberikan banyak pilihan untuk berpartisipasi di pertarungan politik.

Kata dia, ada beberapa opsi untuk berpartisipasi dalam pemilu. Pilihan pertama, bagi mahasiswa atau aktivis, mampu menjadi tim sukses, baik bagi partai maupun capres. Pilihan kedua, apakah sekedar ingin menjadi pengamat saja, menonton dari jauh.

Atau ketiga, mirip yang dipilih teman-teman di Bawaslu masuk memastikan mengawal semua tahapan supaya berjalan dengan baik. Memilih untuk aktif, dipastikan tidak ada hoax, dipastikan ketika tahapan berlangsung dengan adil dan lancar.

“Saya rasa jika levelnya setingkat Pemuda Katolik, masa iya cuma mau jadi pengamat dari jauh. Harus berani ambil tugas aktif, pastikan bahwa nalar tidak kalah dengan rasa. Semua tercerahkan dan menjadi lebih cerdas,” tambah Bima.

Selain itu, wali kota juga menyinggung soal kebersamaan dalam keberagaman yang menjadi identitas warga Bogor semenjak usang dan diwariskan secara turun temurun dari para pendahulu.

“Kota Bogor gres saja menggelar Street Festival CGM sebagai simbol keberagaman yang ada di kota kita tercinta. Saya bersama Muspida, berada di garis terdepan pasang tubuh supaya kegiatan ini tetap berjalan dengan baik. Bukan soal ibadah agama, bukan soal budaya saja. Apalagi hanya sekedar upacara. Ini yaitu warisan budaya. Budaya apa? Budaya bersama dalam keberagaman. Itu paling penting,” kata dia.

BACA JUGA:  Taruma City Menjadi CBD Karawang

Ia juga mengaku akan terus menjaga nilai-nilai tersebut, di samping fokus program-program lainnya. “Bagian terberat menjadi seorang pemimpin yaitu menjaga kebersamaan dalam keberagaman di kota kita. Tapi kami memastikan bahwa Kota Bogor ini tetap on the track bersama dalam keberagaman, di mana minoritas dilindungi dan diayomi,” tandasnya.

Sementara, perwakilan Gereja Fransiskus Asisi Sukasari, Antonius Sinaga, menyatakan bahwa seminar ini sebagai bab dari edukasi politik bagi umat Kristen di Kota Bogor. Diharapkan umat Kristen terlibat dalam pesta demokrasi ini. Paling tidak, cerdas dan tahu memilih. Artinya mengetahui siapa yang dipilih.

“Bukan soal alasannya memberi sesuatu tetapi beliau punya visi misi yang terang untuk kepentingan bersama. Kita mau menunjukkan pemahaman kepada umat bahwa calon pemimpin yang kita harapkan bukan pandai janji, tapi bagaimana beliau mengaktualisasikan apa yang mereka pikirkan ke depan untuk masyarakat,” tambahnya.

Dalam seminar itu tampak dihadiri 150 umat Kristen dari banyak sekali jenjang usia. Hadir pula Romo Markus Lukas (Paroki Fransiskus Asisi), Ketua Pemuda Kristen Jawa Barat Fredikus. Panitia juga mengundang tokoh politik Kristen sebagai narasumber, mirip J Kristiadi (Pengamat Politik CSIS), Yustinus Prastowo (Direktur CITA) dan Benny Wijayanto (Pengamat Pemilu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here