Ini Alasan Polisi Hentikan Kasus Slamet Maarif

0
188
Ini Alasan Polisi Hentikan Kasus Slamet Maarif
Ini Alasan Polisi Hentikan Kasus Slamet Maarif

LEBIH CEPAT – Polda Jawa Tengah kesudahannya menghentikan masalah yang menjerat Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Kasus ini pun batal lanjut ke pengadilan dan status tersangka Slamet dicabut. Salah satu alasan polisi alasannya gagal mengambarkan niat jahat Slamet Maarif. Alasannya alasannya hingga habis masa penyidikan 14 hari namun Slamet tidak hadir ketika hendak diperiksa.

Slamet sebetulnya sudah dua kali dipanggil sebagai tersangka untuk hadir di Polda Jateng Rabu (13/2/2019) dan Senin (18/2/2019) namun beliau tidak muncul.

Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dua kali meminta penjadwalan ulang salah satunya dengan alasan sakit. Lalu mengapa tidak ada panggilan ketiga dan surat perintah membawa?

Menurut Karo Penmas Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo itu teknis penyidikan. “Penyidik melaksanakan gelar Gakumdu dengan jago dan disimpulkan mirip itu mens rea kegiatan itu belum ada unsur pidana pemilunya,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polisi Republik Indonesia Selasa (26/2/2019).

Gelar kasus berdasarkan Dedi dilakukan sehabis panggilan kedua, sebelum panggilan ketiga atau upaya paksa dan penahanan, alasannya panggilan ketiga itu harus dilakukan dengan matang. “Jangan salah langkah makanya meminta pendapat Gakumdu dan ahli. Sebelum penetapan tersangka ketika itu juga digelar juga,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, hingga berakhirnya masa penyidikan, penyidik Polrestabes Surakarta masih gagal menilik dan mem-BAP Slamet Maarif sebagai tersangka. Ia disangka melaksanakan tindak pidana pemilu alasannya melaksanakan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi, dan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).

Slamet Maarif telah diperiksa sebagai saksi pada Kamis (7/2/2019) di Mapolresta Surakarta. Kampanye yang berbuntut dilema itu yaitu ceramahnya di program tablig akbar 212 Solo Raya. Dalam program yang berlangsung pada 13 Januari 2019 di Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, itu tim kampanye Jokowi-Ma’ruf setempat lalu melaporkan Slamet ke Bawaslu Solo.

BACA JUGA:  Limbah Makanan Dominasi Sampah di Bantar Gebang

Mereka menilai, Slamet telah mengucapkan hal-hal bermuatan kampanye untuk pasangan capres nomor 02. Bawaslu lantas memproses laporan dengan menilik saksi. Bawaslu lalu menyimpulkan bahwa masalah Slamet tergolong dalam ranah pidana pemilu yang lalu dilimpahkan ke Polres Surakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here