Polisi Jaga 2 Aksi Unjuk Rasa di KPU

0
98
Polisi Jaga 2 Aksi Unjuk Rasa Di KPU
Polisi Jaga 2 Aksi Unjuk Rasa Di KPU

LEBIH CEPAT – Forum Umat Islam (FUI) dan elemen masyarakat yang mengatasnamakan diri Gerakan Jaga Indonesia, berencana menggelar agresi unjuk rasa, di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). Polisi Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia telah menyiapkan pengamanan biar agresi mampu berjalan tertib dan aman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Harry Kurniawan mengatakan, pihak keamanan akan melaksanakan penyekatan terhadap kedua massa, di depan Kantor KPU.

“Kita sudah sekat dua tempat. Pertama itu ada di wilayah kiri KPU dan wilayah kanan. Jumlah total keseluruhan personel kita 4.039 itu dari unsur TNI, Polisi Republik Indonesia dan pemerintah kota serta juga dari KPU,” ujar Harry Kurniawan.

Dikatakan Harry Kurniawan, polisi akan memfasilitasi elemen masyarakat yang melaksanakan agresi biar mampu beraudiensi dengan KPU. “Kita sudah koordinasi juga dengan KPU bahwa dari beberapa kelompok elemen masyarakat itu akan diterima audiensi oleh pejabat yang ada di KPU,” ungkap Harry Kurniawan.

Menurut Harry Kurniawan, massa FUI akan berkumpul di beberapa masjid di sekitar wilayah Menteng. Berdasarkan surat pemberitahuan, massa FUI yang akan hadir berjumlah sekitar 1.000 orang. Adapun massa Gerakan Jaga Indonesia sekitar 100 orang.

“Mereka berkumpul, dan sesudah itu nanti akan kita kawal massanya baik yang ada di Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa atau masjid lain. Dikawal personel kita baik yang tertutup maupun terbuka untuk diarahkan nanti di depan Gedung KPU,” kata Harry Kurniawan.

Harry Kurniawan melanjutkan, tujuan agresi kedua massa itu yakni ingin menyuarakan biar Pemilihan Presiden (pilpres) 2019 berjalan kondusif dan baik.

“Intinya, kedua kelompok massa itu memberikan bahwa acara Pilpres 2019 mampu berjalan dengan baik, kondusif ya,” terang Harry Kurniawan.

BACA JUGA:  Ini Pemenang Kompetisi Modifikasi Motor Honda 2018

Menyoal rekayasa kemudian lintas, Harry Kurniawan mengatakan, pengalihan arus kendaraan dilakukan secara situasional, bergantung keadaan di lapangan. Jika massa yang tiba menciptakan kepadatan atau simpul-simpul kemacetan, polisi gres akan melaksanakan pengalihan.

“Saat ini masih normal. Nanti kita lihat jika memang massanya sesudah salat Jumat itu mengharuskan kita untuk menutup atau pun mengalihkan akan berlakukan cara bertindak itu,” kata Harry Kurniawan

Harry Kurniawan menuturkan, menurut undang-undang waktu unjuk rasa memberikan pendapat diatur sampai pukul 18.00 WIB. “Kita berdoa, mudah-mudahan acara siang ini berjalan dengan kondusif ya,” tandas Harry Kurniawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here