Kementerian Agraria Berkontribusi dalam Pengadaan Tanah MRT Jakarta

0
70
Kementerian Agraria Berkontribusi Dalam Pengadaan Tanah MRT Jakarta
Kementerian Agraria Berkontribusi Dalam Pengadaan Tanah MRT Jakarta

LEBIH CEPAT – Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sudah mulai beroperasi untuk uji publik pada Selasa (12/3). Selama masa uji publik yang berlangsung sampai 24 Maret mendatang juga pribadi melibatkan masyarakat.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil berkesempatan mencoba MRT Jakarta, Selasa (12/3). Sofyan berangkat dari Stasiun MRT Sisingamangaraja, yang berada sempurna di depan Kantor Kementerian ATR/BPN, menuju Depo Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Menteri Agraria menyatakan kebanggaannya ikut berkontribusi menyukseskan MRT Jakarta melalui pengadaan tanah. Saat ini, MRT ini yakni salah satu karya infrastruktur yang dibentuk pemerintah. Dengan adanya MRT, diperlukan masyarakat mampu pindah dari memakai kendaraan pribadi menjadi memakai kendaraan umum mirip MRT.

“Adanya MRT ini juga mengubah budaya masyarakat, budaya antre, budaya sempurna waktu, dan budaya menjaga kebersihan,” kata Sofyan Djalil.

Sementara itu Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian Agraria, Arie Yuriwin mengatakan, kesuksesan pembangunan infrastruktur tersebut yakni buah dari pengadaan tanah. Tanpa adanya pengadaan tanah yang berkualitas, mampu jadi MRT belum mampu beroperasi. “Infrastruktur terbangun sebab pengadaan tanah yang berkualitas,” kata Arie.

Di dalam kereta, Sofyan juga banyak bertanya kepada Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, yang juga turut mendampingi rombongan Kementerian Agraria. William menjelaskan, Halte CSW Transjakarta yang berada di atas jembatan MRT rencananya akan terintegrasi dengan Stasiun MRT Sisingamangaraja.

Perjalanan ke Lebak Bulus dari Stasiun Sisingamangaraja melewati 7 stasiun, ditempuh selama 15 menit. Sementara, dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) melewati 13 stasiun, ditempuh selama 30 menit.

Sofyan Djalil mencoba MRT Jakarta didampingi oleh Sekretaris Jenderal Himawan Arief Sugoto, Inspektur Jenderal Sunraizal, Dirjen Pengadaan Tanah Arie Yuriwin, Dirjen Tata Ruang Abdul Kamarzuki, Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan Djamaluddin, Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Budi Situmorang, serta Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, RB Agus Widjayanto.

BACA JUGA:  Ibu Negara Melepas Peserta Kartini Run 2019 di Silang Monas

Berdasarkan data dari Kementerian Agraria, pengadaan tanah untuk MRT Jakarta telah berhasil dilaksanakan seluas kurang lebih 2,67 hektare. Salah satu proses dari pengadaan tanah yakni penetapan lokasi, sudah dimulai semenjak 2013. Namun, sebab tidak tersedia anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maka pengadaan tanah tersebut terhenti dan gres dimulai kembali pada 2016 dan tamat seluruhnya pada 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here