Tolak Repatriasi, Warga Rohingya Pilih Mati

0
67
Tolak Repatriasi, Warga Rohingya Pilih Mati
Tolak Repatriasi, Warga Rohingya Pilih Mati

LEBIH CEPAT – Sejumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh menyatakan lebih menentukan mati di sana daripada dipulangkan kembali ke Rakhine State, Myanmar. Seorang pengungsi berusia 60 tahun, Dil Mohammad, menemukan dirinya masuk dalam daftar 2.000 pengungsi Rohingya yang akan dikirimkan ke Myanmar, maka beliau mengambil botol racun tikus dan meminumnya.

Tapi agresi Dil Mohammad itu berhasil dilarang oleh istrinya dengan mendesaknya memuntahkan racun itu lagi. Istri Mohammad segera melarikan sang suami ke rumah sakit terdekat yang dikelola oleh organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (MSF) atau Dokter Lintas Batas.

Bagi Mohammad, bunuh diri, yang merupakan dosa besar dalam Islam, lebih disukai daripada tewas alasannya adalah menjadi Muslim di Myanmar.

“Allah akan mengampuni tindakan bunuh diri saya alasannya adalah Dia tahu penderitaan saya,” ujarnya.

Sekitar 700.000 warga Rohingya, yakni minoritas Muslim dari Rakhine Utara, telah melarikan diri ke perbatasan Bangladesh semenjak Agustus 2017. Peristiwa itu dipicu oleh kekerasan oleh militan Rohingya yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) menyerang pos polisi Myanmar sehingga memicu agresi balas dendam dari militer Myanmar yang berdampak kepada warga sipil Rohingya.

Desa-desa Rohingya dilaporkan telah dihancurkan dan pasukan Myanmar diduga melaksanakan pelecehan seksual dan membunuh ribuan warga sipil Rohingya.

Mohammad dan keluarganya yang hidup dalam ketakutan, berjalan selama berhari-hari melewati hutan dalam kondisi hujan lebat, kemudian datang di Bangladesh pada September 2017. “Tidak ada apa-apa ketika kami datang di sini, hanya hutan dan tanah,” katanya.

Keluarga Bangladesh setempat membantu para pengungsi untuk membangun daerah penampungan, serta menyediakan air dan kuliner hingga kelompok santunan dan pasukan keamanan Bangladesh datang dan mendirikan kamp-kamp sementara.

BACA JUGA:  Polisi Ingatkan Waktu Sahur, Demonstran Jawab dengan Molotov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here