Tarik Seluruh Diplomat, AS Kosongkan Kedubes di Venezuela

0
69
Trump Team Defends Saudi Ties After Senate Rebuke On Yemen
Trump Team Defends Saudi Ties After Senate Rebuke On Yemen

LEBIH CEPAT – Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menarik seluruh staf diplomatik dari Venezuela dan mengosongkan Kedutaan Besar (Kedubes) di Kota Caracas. Keputusan tersebut dilakukan alasannya yaitu situasi yang memburuk dan alasan keamanan.

“Para diplimat AS di Caracas telah melaksanakan pekerjaan besar, tapi sudah waktunya bagi mereka untuk pulang. Keamanan mereka selalu lebih penting,” kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang diwawancara ketika menghadiri Konferensi Energi, di Houston, AS, Selasa (12/3/2019).

Menurut Mike Pompeo, situasi yang memburuk di Venezuela dinilai membahayakan, sehingga pemerintah menetapkan untuk menarik semua staf dan menutup Kedubes.

Mike Pompeo pun mengakui bahwa eksistensi diplomat AS di Venezuela dalam kondisi ketika ini menjadi hambatan pada kebijakan luar negeri AS terhadap negara itu.

“Keputusan ini mencerminkan situasi yang memburuk di Venezuela serta menyimpulkan bahwa kehadiran staf diplomatik AS di Kedutaan Caracas telah menjadi hambatan pada kebijakan AS,” ujar Mike Pompeo dalam cuitan di akun Tweeter-nya.

Sejumlah pihak menilai pernyataan Mike Pompeo memberikan AS telah kehilangan logika untuk menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pasalnya, pejabat AS sebelumnya bersumpah akan tetap mempertahankan para diplomat di Venezuela untuk melegitimasi akreditasi terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Sebelumnya, Mike Pompeo telah memerintahkan pemulangan sebagian staf diplomat AS di Venezuela, namun tetap mempertahankan beberapa diantaranya di Kedubes AS di Caracas untuk menjaga korelasi dengan pemerintahan Guaido.

Namun Mike Pompeo sendiri yang jadinya mengumumkan penarikan seluruh staf diplomatik AS di Caracas, dan meminta mereka mengosongkan Kedubes AS pada Selasa. Para diplomat AS diminta meninggalkan Venezuela dalam waktu 2×24 jam.

“Ini yaitu situasi yang sulit tanpa selesai yang terang terlihat, dan momentum sepertinya bergerak ke arah yang salah,” kata Fernando Cutz, mantan pejabat senior Gedung Putih perihal kebijakan Amerika Latin dalam pemerintahan Donald Trump.

BACA JUGA:  Persija Tidak Diperkuat Simic-Neguete di Piala AFC 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here