Ani Yudhoyono Sedih Dengar Agum Sebut SBY Tak Punya Prinsip

0
8
Ani Yudhoyono Sedih Dengar Agum Sebut SBY Tak Punya Prinsip
Ani Yudhoyono Sedih Dengar Agum Sebut SBY Tak Punya Prinsip

LEBIH CEPAT – Istri Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono duka dan merasa terganggu dengan pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar. Hal ini terkait tudingan Agum yang menyebut SBY tidak memiliki pendirian.

“Teman-teman tahu bahwa Pak Agum, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba menyerang dan mendiskreditkan saya soal pencapresan Pak Prabowo. Nampaknya Ibu Ani merasa tidak happy dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai ‘tidak punya prinsip’,” kata SBY .

Menurut SBY, dirinya akibatnya harus menenangkan perasaan istrinya. SBY juga prihatin sebab komentar Agum disampaikan tatkala Ani tengah dirawat melawan penyakit kanker darah yang diderita.

“Melihat Ibu Ani sedih, saya juga ikut sedih. Mengapa? Ibu Ani ketika ini sedang berjuang untuk melawan dan mengalahkan kanker yang menyerang dirinya,” ucap SBY.

SBY pun menyebut,“Ibu Ani bersama saya, siang dan malam, sedang berusaha untuk menjaga semangat dan kesabaran supaya tetap berpengaruh menghadapi serangan kanker yang menimpa Ibu Ani. Tentu, sebagai pendamping setia Ibu Ani, saya duka kalau ada informasi yang justru mengganggu hati dan pikirannya.”

Berikut pernyataan lengkap SBY:

Teman-teman, utamanya para Kader Demokrat

Setelah hampir 3 bulan saya “berpuasa” dan tidak berinteraksi di dunia media sosial, maaf, kali ini saya ingin memberikan sesuatu.

Tadi malam, ketika saya mendampingi Ibu Ani di rumah sakit “NUH” Singapura, saya harus menenangkan perasaan Ibu Ani yang terus terperinci terganggu dengan pernyataan Pak Agum Gumelar beberapa ketika yang lalu. Teman-teman tahu bahwa Pak Agum, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba menyerang dan mendiskreditkan saya soal pencapresan Pak Prabowo. Nampaknya Ibu Ani merasa tidak “happy” dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai “tidak punya prinsip”.

Melihat Ibu Ani sedih, saya juga ikut sedih. Mengapa? Ibu Ani ketika ini sedang berjuang untuk melawan dan mengalahkan kanker yang menyerang dirinya. Ibu Ani bersama saya, siang dan malam, sedang berusaha untuk menjaga semangat dan kesabaran, supaya tetap berpengaruh menghadapi serangan kanker yang menimpa Ibu Ani. Tentu, sebagai pendamping setia Ibu Ani saya duka kalau ada informasi yang justru mengganggu hati dan pikirannya.

Yang kedua, ternyata yang menciptakan Ibu Ani duka ialah sebab kami merasa selama ini kekerabatan keluarga Pak Agum dengan keluarga kami baik. Bahkan, disamping Ibu Linda pernah bahu-membahu mengemban peran di pemerintahan selama 5 tahun, Ibu Ani juga sangat sayang kepada Ibu Linda Gumelar.

Namun, saya mampu meyakinkan Ibu Ani bahwa Pak Agum memberikan kata-kata tak baik itu sebab hampir niscaya tidak tahu dilema dan masalah yang saya & Partai Demokrat hadapi dalam pilpres 2019 ini. Jika tahu, tak akan berkata begitu. Kecuali kalau Pak Agum memang tidak suka dan benci dengan saya. Saya juga menyampaikan kepada Ibu Ani … “Percayalah ketika ini lebih banyak orang yang bersimpati dan bahkan mendoakan Ibu Ani supaya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa mengangkat penyakit Ibu Ani, dibandingkan dengan yang mencercanya”.

BACA JUGA:  Imlek Tahun Babi, Promosi Toko dan Merek di Malaysia Lebih Hati-hati

Teman-teman, tentu saja saya sangat mampu menjawab & melawan “pembunuhan karakter” dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan, sebab saya pikir tidak sempurna dan tidak bijaksana. Saya aib kalau harus bertengkar di depan publik. Apalagi ketika ini situasi sosial dan politik makin panas. Bagai jerami kering di tengah isu terkini kemarau yang ekstrim dan panjang. Yang diharapkan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan & menyejukkan. Apalagi polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini boleh dikatakan lebih keras dan ekstrim, ditambah jarak yang makin menganga antar identitas dan kelompok politik. Terus terperinci saya khawatir jikalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elit tidak pintar dan tidak berilmu dalam mengelolanya.

Saya juga meyakini, bahwa meskipun sebagai anggota Wantimpres mungkin Pak Agum Gumelar sangat erat dengan Pak Jokowi, salah satu capres kita, belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas ajakan Pak Jokowi. Sebab, diantara kami, Pak Jokowi dan saya, berada dalam perilaku dan posisi untuk saling menghormati. Secara sosial dan politik, perilaku kami ini tentunya baik supaya situasi nasional tetap teduh. Secara moral pun memang harus demikian.

Saya hanya minta satu hal kepada teman-teman, termasuk kader Demokrat, yang selama ini aktif berinteraksi dengan Ibu Ani di media sosial, supaya untuk sementara tidak mengabarkan berita-berita yang mengganggu hati dan pikiran Ibu Ani. Saya tahu Ibu Ani tidak ingin hidup menyendiri, apalagi merasa terasing karena Ibu Ani sedang menderita “blood cancer”. Saya tahu Ibu Ani ingin tetap berkomunikasi dengan para sahabat. Namun, sekali lagi, tolong ikut menjaga hati dan perasaan Ibu Ani dengan cara membatasi penyampaian informasi atau isu yang mampu menambah beban pikirannya.

Itu saja teman-teman yang ingin saya sampaikan. Selamat berjuang dan teruslah berbuat yang terbaik untuk rakyat dan Indonesia kita.

Salam sayang dan salam hangat dari Ibu Ani dan saya. (SBY ~ Singapura, 15 Maret 2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here