BSSN Minta Twitter dan Facebook Ikut Bertanggung Jawab Maraknya Hoaks

0
7
Kepala Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi Mengikuti Rapat Kerja Dengan Komisi I DPR Di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2)
Kepala Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi Mengikuti Rapat Kerja Dengan Komisi I DPR Di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2)

LEBIH CEPAT – Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Syahrul Mubarak meminta penyedia platform Media Sosial (Medsos) yakni Twitter dan Facebook ikut bertanggung jawab mengatasi maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di dunia Maya.

“Dalam penguatan keamanan cyber harus menjadi tanggung jawab bersama. BSSN menilai, penyedia platform sosmed juga harus ikut bertanggungjawab,” kata Syahrul Mubarak, di Kantor BSSN Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Dijelaskan Syahrul Mubarak, dalam pertemuan tertutup dengan penyedia platform Medsos, JUmat (15/3/2019), pihaknya telah berdiskusi terkait tanggung jawab isi konten yang beredar. BSSN mengingatkan kepada penyedia konten bahwa platform harus mampu mengikuti keadaan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan menaati segala peraturan di Indonesia.

“Kami diskusi berkaitan tanggung jawab terkait isi konten yang beredar. Sekarang banyak konten negatif, jikalau dibiarkan akan menciptakan ruang cyber kita menjadi tidak ramah. Ini berakibat menggangu dan menghilangkan jati diri kita sebagai bangsa yang santun,” ujar Syahrul Mubarak.

Dalam pertemuan tersebut, BSSN berkomunikasi dan berdiskusi dengan Chief Representative Twitter. Sedangkan, Countery Head Facebook Indonesia belakangan diketahui tidak mampu hadir dalam pertemuan.

Dalam konferensi pers yang digelar BSSN pascapertemuan itu, perwakilan Twitter Indonesia juga tidak dihadirkan dengan alasan menunggu keputusan Twitter Pusat di San Francisco Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Badan Geologi Terus Kaji Aktivitas Anak Krakatau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here