Wiranto: Masih Ada Ancaman yang Ganggu Pemilu

0
178
1551200351
1551200351

LEBIH CEPAT – Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan, masih ada bahaya yang ingin menganggu pemilu 2019. Ancaman itu berupa isu yang menyebutkan akan ada kerusuhan sebelum dan setelah Pemilu.

“Saya minta kepada pegawanegeri kemanan di daerah, setelah kita mengetahui dan mengenali, tidak mampu didiamkan. Tindak tegas siapa pun yang mengganggu. Kita punya Undang-Undang sebagai senjata kita,” kata Wiranto dikala memimpin rapat koordinasi kesiapan keamanan pengamanan tahapan kampanye terbuka di Kementerian Polhukam, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Turut hadir Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto, Waka BIN Teddy Lhaksmana, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, dan beberapa forum dan kementerian yang lain. Rapat kali ini juga turut serta mengundang jajaran keamanan dari seluruh daerah, melalui konferensi video jarak jauh.

Wiranto menjelaskan, Polisi Republik Indonesia dan Bawaslu telah menciptakan indeks kerawanan Pemilu. Dari indeks tersebut, Wiranto meminta agar‎ mengetahui, mengenali, dan menetralisisasi apa apa yang masih mampu dirasakan sebagai bahaya atau kendala terhadap pemilu.

“Saat ini cukup marak hoaks, bahaya gres yang dulu tidak ada di Pemilu-Pemilu sebelumnya. Ini semakin marak. Artinya, info palsu, info buatan, info bohong yang dilansir ke publik dan mengganggu publik. Saya rasa, itu merupakan teror alasannya meneror mengganggu psikologi masyarakyat. Oleh alasannya itu, harus kita hadapi sebagai teror. Kita harus tindak dengan keras dengan tegas dengan berpatokan dengan aturan,” terperinci Wiranto.

Wiranto menegaskan, kini ini, ada isu seperti pemilu tidak aman, pemilu akan menjadikan kerusuhan, baik sebelum maupun sesudah. Tujuannya biar masyarakat ketakutan dan kabur ke luar negeri pada pemilu.

BACA JUGA:  Bhayangkara FC Datangkan Striker Asal Argentina

“Saya tegaskan jangan. Pemilu akan berjalan aman. Aprat keamanan akan memastikan pemilu akan berjalan aman. Tugas saudara di kawasan itu menjelaskan bahwa pemilu aman, mengajak masyarakat biar tidak Golput, dan dijamin para pemilih ini mampu ke TPS dengan kondusif tanpa ada gangguan fisik atau lainnya. Pemilu yaitu pesta demokrasi bukan menciptkan konflik,” tegas Wiranto.

Pe­milu, kata Wiranto, harus disikapi sebagai satu ajang untuk menentukan pemimp­in. Pemilu merupakan suatu bab dari proses demokrasi yang harus dilak­sanakan. Pemilu sebetulnya bukan siapa melawan siapa, tet­api, kita menentukan pemimpin.

“Jadi para ca­lon pemimpin, kontes­tan, bukan berhadapa­n. Tapi menghadap ra­kyat, untuk menyampa­ikan visi misinya, untuk memberikan ko­mpetensinya sebagai pemimpin. Makara keliru bila kita menerjemahkan pemilu itu berhadapan satu sama lain. Harus kita hindari,” tutup Wiranto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here