Ancol Gelar Sayembara Rebranding Pulau Bidadari

0
185
1553510584
1553510584

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggandeng Kreavi mengadakan sayembara Re-branding Challenge Pulau Bidadari dengan nilai hadiah total Rp 75 juta bagi para kreator di seluruh Indonesia. Sayembara bertujuan merancang ulang visual branding dengan tujuan meningkatkan impresi, merk image dan merk awareness Pulau Bidadari.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C Paul Tehusijarana, mengatakan, sayembara ini merupakan kesempatan emas bagi bawah umur muda yang penuh dengan kreativitas untuk memperlihatkan karyanya demi mendukung pariwisata Indonesia dan Pulau Bidadari khususnya.

“Dengan hadirnya nuansa gres di Pulau Bidadari kami berharap pengunjung mampu bernostalgia dengan kenangan Jakarta tempo dulu, namun tetap kekinian. Sehingga pengunjung mampu mencicipi pengalaman yang gres dan berbeda berlibur di pulau ini,” ujar Paul Tehusijarana, dalam siaran persnya yang diterima Beritasatu.com, Senin (25/3/2019).

Sementara itu, Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rika Lestari, menyebutkan, Pulau Bidadari merupakan salah satu formasi pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang dikembangkan sebagai daerah wisata bahari. Pulau ini merupakan pulau terdekat dengan Teluk Jakarta sehingga menimbulkan Pulau Bidadari sebagai salah satu pulau yang cukup diminati oleh wisatawan.

Pada jaman penjajahan Belanda, tepatnya masa-masa aktivitas Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, tempat ini dijadikan sebagai tempat penampungan bagi orang sakit. VOC pada kala ke-17 membangun sarana dan prasarana rumah sakit (lazaretto) sebagai penunjang untuk menyembuhkan para penderita yang terjangkit, sehingga sebelum berjulukan Pulau Bidadari, pulau ini berjulukan Pulau Sakit.

“Seperti layaknya pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu , Pulau Bidadari juga memiliki nama Belanda yakni pulau Purmerend. Pulau Bidadari bersama dengan tiga pulau lainnya yakni Onrust, Cipir (De Kuiper) dan Kelor (Kerkhof), menjadi saksi sejarah penting dimana keempat pulau ini menjadi tempat pertahanan, penyimpanan rempah-rempah sebelum dikirim ke Belanda dan menimbulkan pulau-pulau tersebut sebagai area pengawasan atau pertahanan pertama sebelum masuk ke wilayah pemerintahan di Batavia,” ujar Rika.

BACA JUGA:  Link Net Optimistis Pasar Pay TV dan Fixed Broadband Terus Tumbuh

Dalam perjalanannya, pulau ini mengalami catatan perang cukup panjang alasannya banyak yang ingin mendudukinya. Pada tahun 1800, armada laut Britania Raya melaksanakan penyerangan terhadap pulau tersebut, dan direbut kembali oleh Belanda tahun 1803. Tahun 1806, Britania Raya kembali menyerang dan menghancurkan tempat tersebut hingga ke Pulau Onrust. Peninggalan sisa-sisa peperangan tersebut ialah Benteng Martello.

Benteng dengan 3 lapis dinding pertahanan ini akhir dibangun pada tahun 1805. Benteng Martello, awalnya ialah bangunan pertahanan yang dibangun oleh Inggris di banyak sekali daerah jajahannya di seluruh dunia yang terinspirasi dari benteng Mortella di Corsica, Laut Tengah yang dirancang oleh Giovan Giacomo Paleari Fratino.

PT Pembangunan Jaya Ancol lalu mengganti nama pulau menjadi Pulau Bidadari dan mengelolanya sebagai sebuah daerah wisata laut dan resort semenjak tahun 1972.

Sejak dikala itu, pulau seluas enam hektar tersebut menjadi obyek wisata dengan banyak sekali kemudahan serta sarana dan prasarana penunjang bagi masyarakat yang ingin berlibur dan menjadi salah satu destinasi yang kerap dikunjungi wisatawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here